• Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Berpuisilah Di dalam Kehidupanmu, Maka Kau akan Menemukan Hatimu

Minggu, 23 Agustus 2015

Sosialisasi Perbankan Syariah Ala Upin & Ipin



Pernahkah anda menonton kartun Upin dan Ipin? Jawabannya pasti pernah! Siapa yang tidak kenal dengan dua bocah yang sering mengajarkan kita banyak hal. Pemolesan dan penyampain moral dalam kartun ini begitu kental, tidak jarang banyak juga orang tua yang gemar menonton kartun tersebut. Di dalam kesempatan ini, saya bukan ingin mempromosikan kartun yang berasal dari negeri Ziran Malaysia tersebut, melainkan untuk mengingatkan pada kita semua tentang satu episode yang benar-benar membuat saya tercengang. Ingatkah anda pada episode 6 cerita tentang kartun ini? Bila anda tidak ingat maka anda bisa buka yutube sekarang juga! Pada episode ini, kartun tersebut mengajarkan kita untuk menyimpan uang dengan aman, mulai dari di bawah kasur, di bawah bantal, sampai pada toples yang dijadikan sebagai tempat menyimpan uang paling aman (Itu menurut Upin dan Ipin, bukan Kak Ros). Kenyaman itu terus dipertimbangkan oleh ke dua bocah tersebut, dan sampai pada akhirnya uang yang mereka simpan di dalam toples di masukan di suatu Bank Islam oleh Kak Ros.

Begitulah cuplikan dalam kisah Upin dan Ipin yang membuat saya tercengang. Mungkin anda akan bertanya-tanya, bagian manakah yang membuat saya tercengang! Bila kita menyaksikan kartun tersebut secara detail, maka di akhir cerita, Upin, Ipin dan Kak Rosa akan keluar dari suatu Bank Islam yang ditulis besar-besar di sana, dan ini membuat saya ingin mengutik lebih dalam lagi. Mengapa di dalam kartun Upin dan Ipin memakai bank islam, kenapa tidak pakai bank konvensional saja. Dari sinilah saya terus menggali tentang bank islam atau Bank Syariah yang ada di Indonesia. Cukup singkat, dalam beberapa hari saya menemukan jawabannya setelah saya membaca buku dan membuka rekening di Bank Muamalat. Tentu saja jawabnya memakai akad wadiah pada tabungan.

Kenapa Akad wadiah? Apa Hubungannya?
Perlu kita ketahui sebelumnya, akad wadiah yad adh-dhamanah adalah titipan murni yang tidak dikenakan biaya apapun, tetapi mempunyai fasilitas yang sama pada tabungan biasanya. Di dalam tabungan wadiah, kita tidak dikenakan biaya apapun, kita juga tidak dikenakan penambahan atau pengurangan pada uang yang kita simpang. Jadi seberapa uang yang anda simpang di Bank Syariah dengan menggunakan akad wadiah yad adh-dhamanah, sampai kapanpun uang anda akan memiliki jumlah yang tetap, tidak berkurang atau bertambah.

Bila kita telusuri lebih dalam lagi, mengapa dalam serial anak itu memilih memperlihatkan bank islam atau Bank Syariah dibanding dengan bank konvensional. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut, di antaranya ialah. Di bank syariah atau bank islam mempunyai hal yang sangat transparan dan membuat anak dapat memahami hal tersebut. Mengajarkan anak di usia dini untuk belajar menabung, tanpa khawatir tabungannya akan berkurang, dalam artian terkena potongan. Apabila nantinya anak tersebut menginjak usia 17 tahun ke atas, anak tersebut akan disuguhkan beberapa pilihan untuk mengubah akad dalam tabungan, tanpa paksaan dari pihak bank. Bank Syariah juga mengajarkan anak untuk hidup hemat serta menabung ditempat yang paling tepat.

Pada tabungan wadiah di Bank Syariah, mempunyai sistem yang baik atau sistem yang memang pantas untuk masyarakat yang hanya ingin menyimpankan tanpa ingin terkena potongan atau tambahan. Khususnya di perdesan, banyak orang yang sangat mengeluhkann melihat potongan yang tiba-tiba kurang begitu saja ketika mereka mengecek rekening mereka. Itulah sebabnya mengapa Bank Syariah dijuluki sebagai bank penyempurna, mereka mampu untuk menutupi kekurangan yang terjadi pada bank-bank konvensional. Ya contohnya seperti apa yang sudah kita lihat sekarang ini. 

Mengingat tabungan wadiah yang sudah kita bahas di atas, banyak ke gunaan tabungan wadiah yang bisa kita lihat dalam artikel ini. Pertama, tabungaan wadiah mempunyai fasilitas yang sama terhadap produk-produk lain yang ada di bank konvesional diantaranya; setelah kita membuka tabungan wadiah kita juga mendapatkan ATM yang dapat digunakan untuk bertranksaksi, di salah satu bank syariah tabungaan wadiah juga dapat digunakan sebagai debet atau pembayaran dengan kartu. Bukan hanya itu, bahkan tabungan wadiah mempunyai satu kesaktian yang mukin mereka belum mengerti, dalam tabungan wadia tidak memberlakukan sisa tabungan dalam ATM. Bila uang kita masih tersisa lima puluh ribu maka kita masih dapat menarik uang tersebut dengan ATM tanpa harus datang ke bank.

Tabungan wadiah ini juga cocok untuk anak-anak kos yang merantau jauh demi mencari ilmu, mereka tidak perlu ketakutan akan hal uangnya terpotong oleh bank yang mereka pakai. Mereka juga tidak perlu takut dengan uang yang tersisa di bank, yang menurut mereka masih banyak tetapi bisa diambil. Atau untuk para pemboros yang ingin uangnya tetap aman dan terkendali, tanpa harus memikirkan uang yang sudah diletakan di bank.

Itu sebabnya Bank Syariah di juluki sebagai bank yang dapat menjawab tatangan global, mereka mampu mengatasi semua apa yang selama ini menjadi keluhan masyarakat terhadap lembaga keuangan konvensional. Dengan munculnya lembaga Keuangan Syariah, kita juga tidak khawatir lagi mengajarkan anak-anak di usia dini untuk menabung di bank syariah dengan akad wadiah. Kita juga tidak perlu takut untuk terkena potongan yang setiap bulan kita rasakan, dengan begitu kegelisaan yang kita rasakan sekarang akan musnah dan menjalani semuanya dengan baik, serta menuju islam yang kaffah.

5 komentar:

  1. sedari kecil emang kudu ngajarin menabung... baca artikel ini jadi pen nabung di bank syariah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk buka tabungan di bank syariah terdekat! Kalau bagi hasil ada, yang mau aman2 aja dan gak kenak penambahan apapun juga ada (akad wadiah). Tunggu apa lagi? Semoga segera.

      Hapus
  2. Umat "Islam" sebagian kecil di Indonesia masih menjunjung nilai2 ke Islaman. wlwpun populasinya sangat besar. perlu mengIslamkan orang dan bank yang masih non Islam

    BalasHapus