• Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Berpuisilah Di dalam Kehidupanmu, Maka Kau akan Menemukan Hatimu

Jumat, 21 Agustus 2015

Bank Syariah Milik Semua Umat



Oleh: Riyan Pradesyah
(Waspada 9 september 2014)

            Perkembangan bank syariah di Indonesia memang sangat pesat, terlihat dari beberapa bank konvensional yang meletakan nama syariah di belakang nama bank tersebut. Bank syariah juga merupakan bank islam yang muncul dengan berlandaskan al-Quran dan Hadits, tapi bukan berarti bank tersebut di khususkan untuk para pemeluk agama islam saja. Memang semua produk yang ada di dalam bank syariah mengacu pada al-Quran dan hadits, tapi tidak menutup kemungkinan untuk para pemeluk agama lain menggunakan produk tersebut atau menabung di bank syariah. Perekonomian syariah mempunyai tujuan yang luar biasa, yaitu memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia.
            Beberapa hari yang lalu, perbankan syariah dikejutkan dengan kabar yang datang dari Bali. Sekelompok pemuda pemudi berunjuk rasa di depan Bank Indonesia untuk menentang adanya bank syariah di Bali. Kabar itu langsung menjadi trending topic pada setiap lembaga keuangan yang berbau syariah. Tentu saja kita bertanya-tanya tentang penolakan perbankan syariah yang berada di pulau Bali. Memang, sebagian dari warga di Bali bermayoritas hindu, tapi apakah itu yang menjadi salah satu pemicu penolakan bank syariah yang berada di Bali? Pertanyaan itu membuat setiap orang ingin menelaah kejadian yang terjadi di Bali saat ini.
            Menjamurnya bank syariah di Bali, bukanlah menjadi ancaman bagi para penduduk di Bali yang bermayoritas hindu. bank syariah ditegakan berdasarkan Al-Quran dan hadits, yang berisikan bahwa setiap produk yang berada di dalamnya halal. Bank syariah juga mengajarkan kita untuk menegakan nilai-nilai yang sesuai diajarkan oleh agama islam yaitu; kejujuran, ke adilan, transparan, anti korupsi dan eksploitasi. Maksudnya,bank syariah menegakan nilai-nilai  akhlak moral di dalam aktivitas berbisnis, baik itu perusahaan, individu atau pun Negara. Bank syariah juga mempunyai misi untuk menyejahterakan dan memakmurkan rakyat Indonesia secara adil di dalam perekonomian yang sedang berkembang di era kini. Bukankah itu semua adalah keinginan semua masyarakat kita?
Dapat kita lihat, perkembangan pesat bank syariah di Bali dapat menyaingi bank konvensional. Bukan hanya layanannya saja, tapi pada bank syariah yang juga dapat menyeimbangkan laju dari keuangan yang berlaku di Bali dan semua itu membuat bank syariah semankin dipercaya oleh masyarakat. Akibatnya, banyak bank syariah yang muncul di Bali Salah satu adalah bank Victoria. Bila kita lihat lebih dalam lagi tentang bank Victoria syariah di Bali, tidak semua karyawannya beragama muslim hampir sebagian besar karyawanya beragama non muslim. itu artinya, bank syariah bukan hanya untuk umat muslim saja, tapi untuk semua masyarakat yang berinteraksi dan berkerjasama dengan bank syariah.
            Jika kita mengkaji lebih dalam lagi, perkembangan bank syariah juga diteliti dan dikembangkan oleh para ilmuwan non muslim di universitas-universitas di dunia. Misalnya, Michael J. R. Gaffikin seorang ilmuwan yang tetarik untuk mengembangkan dan mempelajari akuntasi syariah. Beliau adalah seorang pastur di Wollongong Universitas. Ketertarikan beliau tentang akuntasi syariah, ketika beliau menemukan di dalam akuntasi syariah ke dua belah pihak dapat saling menguntungkan, tidak ada yang dirugikan antara nasabah dan bank. Atas penelitian itulah, beliau juga ingin mengembangkan perbankan syariah dalam masyarakat. Beliau juga pembimbing tesis seorang calon doctor asal Indonesia. Jadi seperti yang kita ketahui, perbankan syariah dikembangkan bukan hanya dengan orang muslim saja, tetapi mereka yang mengetahui tentang manfaat perekonomian syariah juga ikut mengembangkan hal tersebut.         
            Perlu kita ketahui pula, keuangan islam sudah diakui oleh Negara-Negara yang bermayoritas non muslim. Beberapa waktu lalu David Camero selaku PM Inggris berencana untuk mengeluarkan suku bunga besar dan berambisi menjadikan London sebagai pusat keuangan islam dunia. Beberapa kampus di luar negeri juga sudah banyak yang membuka tentang jurusan dan keuangan islam, salah satunya adalah universitas La Trobe dan Wollongong yang berada di Australia. Dan bahkan kampus top ivy Harvard pun mengadakan ivent runtinitas yang diadakan dua tahun sekali tentang ekonomi islam.
            Pebuktian sudah terlihat kongkrit di sini, negara-negara yang bermayorintas non muslim pun sudah mulai mengebangkan perekonomian islam tersebut. mereka sudah mengakui tentang ke berhasilan ekonomi islam yang dapat mensejahterahkan rakyatnya. Dibuktikan dengan terlihatnya dari perekonomian islam  yang terus menyaingi perekonomian konvensioanal. Semua itu dapat dilihat dari banyaknya Negara yang teropsesi untuk menjadikan negaranya sebagai pusat ke uangan islam dunia. Untuk dari itu, kita perlu berkaca pada Negara lain yang selalu menerima perekonomian yang masuk dalam negeri tanpa harus saling menyikut. Di saat semua ingin menjadikan negaranya menjadi pusat ekonomi islam di dunia, malah Negara kita yang bermayoritas muslim ingin menghancurkan perekonomian tersebut.
Seperti yang telah dipaparkan di atas, banyak dari warga non muslim yang mempercayakan keuangan mereka dengan perbankan syariah. Bukan hanya itu saja, perbankan syariah di Indonesia sebagian besar telah mencatat banyaknya nasabah yang menggunakan produk perbankan syariah adalah masyarakat non muslim. Itu berarti kesalahan yang terjadi pada perbankan syariah di Bali bukan pada agamanya, mungkin lebih pada kecemburuanan dan sentimental dari pelaku sistem ekonomi. Untuk membuatnya agar lebih mencuat di public, maka para pelaku membungkusnya dengan agama, dengan begitu masyarakat akan terkecoh dengan itu semua.
Dapat di simpulkan. Penolakan perbankan syariah yang terjadi di Bali bukanlah masalah agama, melainkan masalah kecemburuan dalam perekonomian yang terjadi di Bali. Terbukti dari beberapa bank syariah yang mempunyai nasabah dari kalangan nonmuslim. bukan hanya itu, jika masalah itu terdapat pada agamanya atau syariahnya, maka Negara lain seperti singapur, Australia dan London tidak akan mau menjadikan Negara menjadi pusat perekonomian syariah. maka dari itu, kita perlu meluruskan penolakan perbankan syariah yang terjadi di Bali. Dan menghimbau pada masyarakat Bali agar tidak terpropokasi dengan isu yang ada.

http://www.waspadamedan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=37831:bank-syariah-milik-semua-umat&catid=59:opini&Itemid=215

0 komentar:

Posting Komentar