Oleh: Riyan Pradesyah
(Waspada 9 september 2014)
Perkembangan bank syariah
di Indonesia memang sangat
pesat, terlihat dari beberapa bank konvensional yang meletakan nama syariah di
belakang nama bank tersebut. Bank syariah juga merupakan bank islam yang muncul
dengan berlandaskan al-Quran dan Hadits, tapi bukan berarti bank tersebut di
khususkan untuk para pemeluk agama islam saja. Memang semua produk yang ada di
dalam bank syariah mengacu pada al-Quran dan hadits, tapi tidak menutup
kemungkinan untuk para pemeluk agama lain menggunakan produk tersebut atau
menabung di bank syariah. Perekonomian syariah mempunyai tujuan yang luar
biasa, yaitu memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia.
Beberapa hari yang lalu, perbankan
syariah dikejutkan dengan kabar yang datang dari Bali. Sekelompok pemuda pemudi berunjuk
rasa di depan Bank
Indonesia untuk menentang adanya bank syariah di Bali. Kabar itu langsung
menjadi trending topic pada setiap
lembaga keuangan yang berbau syariah. Tentu saja kita bertanya-tanya tentang
penolakan perbankan syariah yang berada di pulau Bali. Memang, sebagian dari warga di Bali bermayoritas hindu,
tapi apakah itu yang menjadi salah satu pemicu penolakan bank syariah yang
berada di Bali?
Pertanyaan itu membuat setiap orang ingin menelaah kejadian yang terjadi di
Bali saat ini.
Menjamurnya bank syariah di Bali, bukanlah menjadi
ancaman bagi para penduduk di Bali
yang bermayoritas hindu. bank syariah ditegakan berdasarkan Al-Quran dan hadits,
yang berisikan bahwa setiap produk yang berada di dalamnya halal. Bank syariah
juga mengajarkan kita untuk menegakan nilai-nilai yang sesuai diajarkan oleh
agama islam yaitu; kejujuran, ke adilan, transparan, anti korupsi dan
eksploitasi. Maksudnya,bank syariah menegakan nilai-nilai akhlak moral di dalam aktivitas berbisnis,
baik itu perusahaan, individu atau pun Negara. Bank syariah juga mempunyai misi
untuk menyejahterakan dan memakmurkan
rakyat Indonesia secara adil di dalam perekonomian yang sedang berkembang di
era kini. Bukankah itu semua adalah keinginan semua masyarakat kita?
Dapat kita lihat, perkembangan pesat bank syariah di
Bali dapat menyaingi
bank konvensional. Bukan hanya layanannya saja, tapi pada bank syariah yang
juga dapat menyeimbangkan laju dari keuangan yang berlaku di Bali dan semua itu
membuat bank syariah semankin dipercaya oleh masyarakat. Akibatnya, banyak bank syariah yang muncul di Bali
Salah satu adalah
bank Victoria. Bila kita lihat lebih dalam lagi tentang bank Victoria syariah
di Bali, tidak semua karyawannya
beragama muslim hampir
sebagian besar karyawanya beragama non muslim. itu artinya, bank syariah bukan
hanya untuk umat muslim saja, tapi untuk semua masyarakat yang berinteraksi dan
berkerjasama dengan bank syariah.
Jika kita mengkaji lebih dalam lagi,
perkembangan bank syariah juga diteliti dan dikembangkan oleh para ilmuwan non muslim di
universitas-universitas di dunia. Misalnya, Michael J. R. Gaffikin seorang
ilmuwan yang tetarik untuk mengembangkan dan mempelajari akuntasi syariah.
Beliau adalah seorang pastur di Wollongong Universitas. Ketertarikan beliau
tentang akuntasi syariah,
ketika beliau menemukan di dalam
akuntasi syariah ke dua belah pihak dapat saling menguntungkan, tidak ada yang
dirugikan antara nasabah dan bank. Atas penelitian itulah, beliau juga ingin
mengembangkan perbankan syariah dalam masyarakat. Beliau juga pembimbing tesis
seorang calon doctor asal Indonesia. Jadi seperti yang kita ketahui, perbankan
syariah dikembangkan bukan hanya dengan orang muslim saja, tetapi mereka yang
mengetahui tentang manfaat perekonomian syariah juga ikut mengembangkan hal
tersebut.
Perlu kita ketahui pula, keuangan
islam sudah diakui oleh Negara-Negara yang bermayoritas non muslim. Beberapa waktu
lalu David Camero selaku PM Inggris berencana untuk mengeluarkan suku bunga
besar dan berambisi menjadikan London sebagai pusat keuangan islam dunia.
Beberapa kampus di luar negeri juga sudah banyak yang membuka tentang jurusan
dan keuangan islam,
salah satunya adalah universitas La Trobe dan Wollongong yang berada di
Australia. Dan bahkan kampus top ivy Harvard pun mengadakan ivent runtinitas
yang diadakan dua tahun sekali tentang ekonomi islam.
Pebuktian
sudah terlihat kongkrit di sini, negara-negara yang bermayorintas non muslim
pun sudah mulai mengebangkan perekonomian islam tersebut.
mereka sudah mengakui tentang ke berhasilan ekonomi islam yang dapat mensejahterahkan
rakyatnya. Dibuktikan dengan terlihatnya dari perekonomian
islam yang terus menyaingi perekonomian
konvensioanal. Semua itu dapat dilihat dari banyaknya Negara yang teropsesi
untuk menjadikan negaranya sebagai pusat ke uangan islam dunia. Untuk dari itu,
kita perlu berkaca pada Negara lain yang selalu menerima perekonomian yang
masuk dalam negeri tanpa harus saling menyikut. Di saat semua ingin menjadikan
negaranya menjadi pusat ekonomi islam di dunia, malah Negara kita yang
bermayoritas muslim ingin menghancurkan perekonomian tersebut.
Seperti yang telah dipaparkan di atas, banyak dari
warga non muslim
yang mempercayakan keuangan mereka dengan perbankan syariah. Bukan hanya itu
saja, perbankan syariah di Indonesia sebagian besar telah mencatat banyaknya
nasabah yang menggunakan produk perbankan syariah adalah masyarakat non muslim. Itu berarti
kesalahan yang terjadi pada perbankan syariah di Bali bukan pada agamanya, mungkin lebih
pada kecemburuanan dan sentimental dari pelaku sistem ekonomi. Untuk membuatnya agar
lebih mencuat di public, maka para pelaku membungkusnya dengan agama, dengan begitu
masyarakat akan terkecoh dengan itu semua.
Dapat di simpulkan. Penolakan perbankan syariah yang
terjadi di Bali bukanlah masalah agama, melainkan masalah kecemburuan dalam
perekonomian yang terjadi di Bali.
Terbukti dari beberapa bank syariah yang mempunyai nasabah dari kalangan
nonmuslim. bukan hanya itu, jika masalah itu terdapat pada agamanya atau
syariahnya, maka Negara lain seperti singapur, Australia dan London tidak akan
mau menjadikan Negara menjadi pusat perekonomian syariah. maka dari itu, kita
perlu meluruskan penolakan perbankan syariah yang terjadi di Bali. Dan menghimbau
pada masyarakat Bali
agar tidak terpropokasi dengan isu yang ada.
http://www.waspadamedan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=37831:bank-syariah-milik-semua-umat&catid=59:opini&Itemid=215












0 komentar:
Posting Komentar