• Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Berpuisilah Di dalam Kehidupanmu, Maka Kau akan Menemukan Hatimu

Sabtu, 22 Agustus 2015

PUISI




Riyan Haqiqi Anshor
(Berita Riau Terkini)

Sunyi Tanpa Batas
Cintaku suci padamu, wahai kekasihku. Malam yang menjelma menjadi wajahmu di antara sinar kecil yang menghiasi awan, kini kau bersama angin mebawa sejuta kenangan kembali, meberiku akan tanda cinta yang masih kau simpan bersama kain putih. Semerbak wewangian menyengat menandakan kehadiranmu di sini. Aku masih mencintaimu, menunggumu adalah satu kepastian yang ku jenguk bersama malam di sunyi tanpa batas. Wahai kekasihku, jika kau enggan menyentuhku di gelap malam, maka sentuhlah aku di mimpi saat aku terlelap. Aku masih tetap menunggu meski ragamu tak dapat ku sentuh.
                                    Fokus UMSU, 20 Januari 2014


Secangkir Kopi
Ku temui secangkir kopi hitam di pinggir jalan bersamamu, rasanya pahit dan warnanya hitam pekat. Ku coba memberi sedikit gula pada kopi, tetap saja rasanya pahit. Aku bingung harus meberinya apa, agar dia menjadi manis. Suasana semangkin riuh, kata demi kata kau sajikan begitu saja tanpa menjadi pemanis kopi yang pahit. Malam juga semangkin gelap panasnya kopi mulai mendingin, lalu mulai kucoba kembali memberi sedikit demi sedikit gula dan ku aduk secara berlahan agar manisnya merata. Aku berhasil, kini kopinya terasa manis dan dapat ku nikmati, bersama rebahan senyumu yang juga mulai merata tanpa harus ada secangkir kopi hitam yang pahit.
                                    Fokus UMSU, 20 Januari 2013



Daun Jatuh
Benarkah daun itu telah jatuh? Sekian kali aku bertanya pada sang waktu dan sekian kali pula aku menelan kenyataan pahit, daun yang tak ku tau kuningnya kini telah jatuh di atas tanah bersama semua kenangan indah.
Dia masih hijau! Ku telan ke tak mungkinan yang terjadi kepadanya dan kutanya pada sang penguasa dalam tirakat “secepat itukah?” aku masih tak mengetahui alasan apa yang membuatnya cepat pergi dan ntah alasan apa pula sang khalik memanggilnya secepat itu.
                        Fokus UMSU, 20 Januari 2013


Aku Terlupakan
Jangan bertanya, jika kau masih melupakan Aku dalam lalaimu yang menjamur pada setiap perintah Ku. Pahamilah, sudah sekian banyak yang Ku beri untukmu, mulai dari kau terbangun hingga kau terlelap. Langkah dan nafasmu adalah milik Ku, setiap sisi yang kau punya, juga punya Ku. Jangankan datang kerumah Ku, menyebut nama Ku saja kau tidak pernah sama sekali, yang kau fikir hanyalah senangmu tanpa memikirkan sedih Ku yang selalu kau lupakan dalam nikmat Ku. Wahai manusia ingatlah “ajabku lebih” maka betasbihlah setiap langkah kakimu dalam setiap detik.
                        Fokus UMSU, 20 Januari 2013

Kembali Ke Rumah
            Kepada : A.B
Aku akan memberimu ikhlas, bila tali yang kau beri telah putus hingga membawaku pada ombak tinggi bersama angin yang terbang entah kemana. Tapi bukankah aku mempunyai dua bangau yang selalu menjaga kesetiaan untuk pulang kerumah. Bersama akan merasa bahagaia, dan bersama akan lebih indah jika tujuan kita adalah satu “kembali kerumah tanpa tersesat.” Abaikan semua hal lampau biarkan kita mencium puncak tanpa bayang kegagalan yang pernah kita jalanani bersama.
                        Fokus UMSU, 20 Januari 2013


(Riyan haqiqi anshor adalah nama pena Riyan Pradesyah, lahir pada tanggal 8 mei 1991 di Gunung Melayu. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Jurusan Perbankan Syariah ini aktif dalam Forum Sastra atau Forum diskusi mahasiswa (FOKUS), dan aktif dalam Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI IBS). Pernah menjuari kepenulisan artikel yang diadakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah se Sumatera Utara. Karyanya telah dimuat di beberapa media massa lokal, juga termaktub dalam puluhan buku antologi.)

0 komentar:

Posting Komentar