• Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Berpuisilah Di dalam Kehidupanmu, Maka Kau akan Menemukan Hatimu

Minggu, 23 Agustus 2015

Sosialisasi Perbankan Syariah Ala Upin & Ipin



Pernahkah anda menonton kartun Upin dan Ipin? Jawabannya pasti pernah! Siapa yang tidak kenal dengan dua bocah yang sering mengajarkan kita banyak hal. Pemolesan dan penyampain moral dalam kartun ini begitu kental, tidak jarang banyak juga orang tua yang gemar menonton kartun tersebut. Di dalam kesempatan ini, saya bukan ingin mempromosikan kartun yang berasal dari negeri Ziran Malaysia tersebut, melainkan untuk mengingatkan pada kita semua tentang satu episode yang benar-benar membuat saya tercengang. Ingatkah anda pada episode 6 cerita tentang kartun ini? Bila anda tidak ingat maka anda bisa buka yutube sekarang juga! Pada episode ini, kartun tersebut mengajarkan kita untuk menyimpan uang dengan aman, mulai dari di bawah kasur, di bawah bantal, sampai pada toples yang dijadikan sebagai tempat menyimpan uang paling aman (Itu menurut Upin dan Ipin, bukan Kak Ros). Kenyaman itu terus dipertimbangkan oleh ke dua bocah tersebut, dan sampai pada akhirnya uang yang mereka simpan di dalam toples di masukan di suatu Bank Islam oleh Kak Ros.

Begitulah cuplikan dalam kisah Upin dan Ipin yang membuat saya tercengang. Mungkin anda akan bertanya-tanya, bagian manakah yang membuat saya tercengang! Bila kita menyaksikan kartun tersebut secara detail, maka di akhir cerita, Upin, Ipin dan Kak Rosa akan keluar dari suatu Bank Islam yang ditulis besar-besar di sana, dan ini membuat saya ingin mengutik lebih dalam lagi. Mengapa di dalam kartun Upin dan Ipin memakai bank islam, kenapa tidak pakai bank konvensional saja. Dari sinilah saya terus menggali tentang bank islam atau Bank Syariah yang ada di Indonesia. Cukup singkat, dalam beberapa hari saya menemukan jawabannya setelah saya membaca buku dan membuka rekening di Bank Muamalat. Tentu saja jawabnya memakai akad wadiah pada tabungan.

Kenapa Akad wadiah? Apa Hubungannya?
Perlu kita ketahui sebelumnya, akad wadiah yad adh-dhamanah adalah titipan murni yang tidak dikenakan biaya apapun, tetapi mempunyai fasilitas yang sama pada tabungan biasanya. Di dalam tabungan wadiah, kita tidak dikenakan biaya apapun, kita juga tidak dikenakan penambahan atau pengurangan pada uang yang kita simpang. Jadi seberapa uang yang anda simpang di Bank Syariah dengan menggunakan akad wadiah yad adh-dhamanah, sampai kapanpun uang anda akan memiliki jumlah yang tetap, tidak berkurang atau bertambah.

Bila kita telusuri lebih dalam lagi, mengapa dalam serial anak itu memilih memperlihatkan bank islam atau Bank Syariah dibanding dengan bank konvensional. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut, di antaranya ialah. Di bank syariah atau bank islam mempunyai hal yang sangat transparan dan membuat anak dapat memahami hal tersebut. Mengajarkan anak di usia dini untuk belajar menabung, tanpa khawatir tabungannya akan berkurang, dalam artian terkena potongan. Apabila nantinya anak tersebut menginjak usia 17 tahun ke atas, anak tersebut akan disuguhkan beberapa pilihan untuk mengubah akad dalam tabungan, tanpa paksaan dari pihak bank. Bank Syariah juga mengajarkan anak untuk hidup hemat serta menabung ditempat yang paling tepat.

Pada tabungan wadiah di Bank Syariah, mempunyai sistem yang baik atau sistem yang memang pantas untuk masyarakat yang hanya ingin menyimpankan tanpa ingin terkena potongan atau tambahan. Khususnya di perdesan, banyak orang yang sangat mengeluhkann melihat potongan yang tiba-tiba kurang begitu saja ketika mereka mengecek rekening mereka. Itulah sebabnya mengapa Bank Syariah dijuluki sebagai bank penyempurna, mereka mampu untuk menutupi kekurangan yang terjadi pada bank-bank konvensional. Ya contohnya seperti apa yang sudah kita lihat sekarang ini. 

Mengingat tabungan wadiah yang sudah kita bahas di atas, banyak ke gunaan tabungan wadiah yang bisa kita lihat dalam artikel ini. Pertama, tabungaan wadiah mempunyai fasilitas yang sama terhadap produk-produk lain yang ada di bank konvesional diantaranya; setelah kita membuka tabungan wadiah kita juga mendapatkan ATM yang dapat digunakan untuk bertranksaksi, di salah satu bank syariah tabungaan wadiah juga dapat digunakan sebagai debet atau pembayaran dengan kartu. Bukan hanya itu, bahkan tabungan wadiah mempunyai satu kesaktian yang mukin mereka belum mengerti, dalam tabungan wadia tidak memberlakukan sisa tabungan dalam ATM. Bila uang kita masih tersisa lima puluh ribu maka kita masih dapat menarik uang tersebut dengan ATM tanpa harus datang ke bank.

Tabungan wadiah ini juga cocok untuk anak-anak kos yang merantau jauh demi mencari ilmu, mereka tidak perlu ketakutan akan hal uangnya terpotong oleh bank yang mereka pakai. Mereka juga tidak perlu takut dengan uang yang tersisa di bank, yang menurut mereka masih banyak tetapi bisa diambil. Atau untuk para pemboros yang ingin uangnya tetap aman dan terkendali, tanpa harus memikirkan uang yang sudah diletakan di bank.

Itu sebabnya Bank Syariah di juluki sebagai bank yang dapat menjawab tatangan global, mereka mampu mengatasi semua apa yang selama ini menjadi keluhan masyarakat terhadap lembaga keuangan konvensional. Dengan munculnya lembaga Keuangan Syariah, kita juga tidak khawatir lagi mengajarkan anak-anak di usia dini untuk menabung di bank syariah dengan akad wadiah. Kita juga tidak perlu takut untuk terkena potongan yang setiap bulan kita rasakan, dengan begitu kegelisaan yang kita rasakan sekarang akan musnah dan menjalani semuanya dengan baik, serta menuju islam yang kaffah.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Mengembangkan Bisnis Syariah






Oleh : Riyan Pradesyah
(Koran Harian Mandiri, 26 May 2015)
Pengembangkan bisnis syariah juga dapat dikembangkan dengan kemajuan teknologi.
Perkembangan bisnis kini sudah mulai merambah pada siapa saja, mulai dari yang muda, hingga sampai yang tua. Bisnis dapat dilakukan dimana saja, terkait dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Kecanggihan teknologi yang dapat mempermuda transaksi bisnis, kini mulai menjadi incaran para pembisnis untuk mengembangkan bisnisnya. Inovatif yang mereka lakukan, adalah salah satu hal untuk meraup keuntungan dengan mudah.
Seiring dengan perkembangan bisnis dan kemajuan teknologi di Indonesia, melahirkan sejuta hal yang baru dan beraneka ragam, dalam mencapai titik puncak kesuksesan. Pencapai kesuksesan dari pembisnis adalah, ketika apa yang telah mereka jual atau mereka perbuat akan menjadi salah satu motivasi bagi masyarakat untuk mengikuti jejaknya. Mencapai kesusesan bukanlah hal yang mudah bagi para pembisnis, mereka harus mempunyai skil, inovatif, dan kreatifitas dalam pengembangan bisnis yang mereka jalankan.
DI Indonesia, perkembangan bisnis kini mulai menjadi sorotan bagi negara luar, hal tersebut ditandai oleh banyaknya Investor yang datang ke Indonesia untuk mengadakan kerjasama dalam dunia bisnis. Hal tersebut tentu saja membuat kita masyarakat Indonesia lebih meningkatkan kreatifitas bisnis menjadi yang lebih baik lagi, agar nantinya kita mampu untuk menghadapai Masyarakat Ekonomi ASEAN yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
Sebagai seorang muslim, tentu kita memahami tentang tata cara berbisnis yang baik dan menguntungkan; bagi diri kita dan orang lain. Tata cara berbisnis yang dilakukan oleh seorang muslim, tentu saja sangat berbeda dengan bisnis yang dilakukan oleh seorang non muslim. Jika seorang non muslim hanya menganggarkan kretifitas dan inovatif, maka seorang muslim juga akan mempunyai keduanya yang ditambah dengan berakhlakul karim. Dengan adanya akhlakul karim, maka seorang muslim akan lebih mengutamakan ke jujuran dalam dunia perdagangan yang telah diperbolehkan dalam agama.
Untuk memahami hal-hal apa saja yang diperbolehkan dalam berbisnis, tentu seorang muslim akan terlebih dahulu membaca atau memeperhatikan apa yang telah dilakukan Rasul dalam menjajahkan barang dagangannya. Sehingga, mereka akan mendapatkan kedua keuntungan yang telah diperoleh, ya itu ke untungan dunia dan keuntungan akhirat.
Perkembangan teknologi yang semakin meningkat, membuat seorang pembisnis terus mengembangkan bisnis yang mereka jalani. Tentu saja hal tersebut juga boleh dilakukan oleh pembisnis muslim, selama masih dalam koridor-koridor yang diajarkan oleh agama islam. Melakukan bisnis secara online, adalah salah satu hal yang dapat mempermuda diri kita sendiri untuk bertransaksi dengan orang lain. Bahkan dengan adanya kecanggihan teknologi, kita dapat melakukan transaksi bisnis hingga keluar negri. Tentu saja itu dapat mempermuda kita dalam melakukan bisnis.
Bisnis online secara syariah, tentu akan membuat kita semakin dipercaya oleh para konsumen, karena kita telah melakukan bisnis tersebut dengan cara berbeda. Contohnya saja. Seorang bisnis muslim memberitahuakn barang dagangannya dengan jujur, ia juga sangat ramah pada konsumen yang ingin membeli barang daganganya. Selain itu pembisnis juga memberikan informasi yang sangat cepat kepada konsumen, dan apabila konsumen merasa tidak cocok dengan barang yang dibeli dengan spefikasi yang dipaparkan, maka seorang konsumen boleh mengembalikan barang yang telah dipesanannya dengan perjanjian yang sudah disepakati. Jika itu terjadi, maka seorang konsumen akan merasa nyaman dan akan kembali lagi pada kita untuk membeli barang-barang yang kita jual secara online.
Sebagai seorang pembisnis muslim, tentu saja kita akan mengalami banyak keuntungan. Selain kita melakukan dengan cara kreatif dan inovatif, kita juga akan melakukan dengan cara akhlakul karim, dan itu tidak hanya menguntungkan bagi para pembisnis saja, melainkan ke dua belah pihak yang telah bertransaksi. Pembisnis muslim juga dituntut untu melakukan perkembangan bisnisnya dengan cara kemajuan zama atau teknologi, tetapi dengan cara syariah yang tidak akan mengecewakan kedua belah pihak. Melakukan pemberian spesifikasi yang jujur pada barang dagangan, berkomunikasi rama pada calon pembeli, tidak lambat untuk memberikan informasi,  adalah salah satu hal yang dapat dilakukan oleh seorang pembisnis muslimah bila menjajahkan barang dagangannya secara online. Jika itu semua terpenuhi, maka seorang pembisnis muslim akan mendapatkan apa yang mereka inginkan, selama mereka mengikuti apa yang telah diajarkan dalam agama dalam bermuamalah.

Bank Syariah Bukan Bank Konvensional



 Oleh : Riyan Pradesyah
(Harian Mandiri, 16 Desember 2014)
       Perbincangan bank syariah bukanlah hal yang sangat asing di telinga kita, bahkan dari beberapa masyarakat di belahan bumi ini telah mengenal bank syarih sampai ke akarnya. Kemunculan bank syariah atau bank islam merupakan salah satu alternatip bagi warga, untuk menyimpan uangnya dengan baik dan benar. Bahkan bukan hanya itu saja, bank syariah dapat membawa kita untuk menjalankan syariat islam dengan baik dan benar, karena semua produk perbankan syariah berlandaskan al-quran dan hadits.
            Kemunculan bank syariah atau bank islam mengundang sejuta persepsi dan pengertian di kalangan masyarakat. Ada beberapa masyarakat yang mengatakan, kalau sebenarnya bank syariah hanyalah metamorposal dari bank konvensional, hanya saja pada bank syariah menggunakan bagi hasil dan sedangkan bank konvensional menggunakan bunga. Ada juga yang mengatakan bagi hasil dan bunga itu sama saja. Karena menggunakan kata syariah, bunga diganti dengan nama bagi hasil. Beranjak dari persepsi yang ada di kalangan masyarakat, penulis ingin memaparkan beberapa pengetahuan yang kurang pada masyarakat tentang pebedaan bunga dan bagi hasil.
            Bila kita menelaah atau meneliti lebih lanjut tentang persepsi masyarakat terhadap bank syariah, maka kita akan menemukan kata “sama” pada masyarakat yang digunakan untuk bank syariah dan konvensional. Dalam hal ini, berarti masyarakat tidak memahami tentang makna bagi hasil yang diterapkan bank syariah. Bagi hasil yang terapkan bank syariah ialah, ketika nasabah menitipkan uangnya dengan sistem bagi hasil, maka nasabah harus siap dengan keuntungan yang dibagi sama dan kerugian yang dibagi sama pula. Hal inilah yang tidak dipahami oleh masyarakat dan menganggap sama antara bank syariah dan konvensional, ketika mereka melihat pengurangan pada rekeningnya.
             Kurangnya masyarakat memahami bagi hasil membuat pikirann mereka menyamakan antara bank yang menggunakan system bagi hasil dan bunga. Padahal sebenarnya, dalam system bunga kita tidak pernah mengalami penambahan malah kita akan kena potongan yang setiap bulannya akan dilakukan oleh pihak bank konvensional, tanpa mengenal untung dan rugi dari pihak bank. Sedangkan pada bank syariah atau system bagi hasil, kita akan mengalami penambahan apabila bank mengalami ke untungan yang akan dibagi kepada nasabah, dan sebaliknya apabila bank mengalami kerugian, maka akan dibagi juga kerugian itu pada setiap nasabah.
            Bila masyarakat tidak sanggup dengan resiko yang telah di sajikan oleh bank syariah dalam system penyimpanan uang, bank syariah juga mempunyai alternatif dalam menyimpan uang tanpa bagi hasil dan potongan. Yaitu dengan akad wadiah atau titipan murni. Jadi jelas tergambar sudah, masyarakat memandang bagi hasil pada perbankan syariah hanyalah hasil saja atau keuntungngan yang mereka dapatkan, mereka tidak memahami arti sebenarnya atau mekanisme yang telah dijelaskan pada custumor servis sebelum membuka tabunagn di bank syariah. Jadi ketika mereka melihat uangnya terpotong, mereka menganggap bank syariah dan konvensional sama persis dan tidak ada bednya. Ketidak siapan inilah yang membuat banyak nasabah menyamakan antara bank syariah dan konvensional, karena pada umunya masyarakat mengatakan berbeda apabila mereka mendapatkan untung terus menerus.

http://obrolanbisnis.com/?p=479

PUISI




Riyan Haqiqi Anshor
(Berita Riau Terkini)

Sunyi Tanpa Batas
Cintaku suci padamu, wahai kekasihku. Malam yang menjelma menjadi wajahmu di antara sinar kecil yang menghiasi awan, kini kau bersama angin mebawa sejuta kenangan kembali, meberiku akan tanda cinta yang masih kau simpan bersama kain putih. Semerbak wewangian menyengat menandakan kehadiranmu di sini. Aku masih mencintaimu, menunggumu adalah satu kepastian yang ku jenguk bersama malam di sunyi tanpa batas. Wahai kekasihku, jika kau enggan menyentuhku di gelap malam, maka sentuhlah aku di mimpi saat aku terlelap. Aku masih tetap menunggu meski ragamu tak dapat ku sentuh.
                                    Fokus UMSU, 20 Januari 2014


Secangkir Kopi
Ku temui secangkir kopi hitam di pinggir jalan bersamamu, rasanya pahit dan warnanya hitam pekat. Ku coba memberi sedikit gula pada kopi, tetap saja rasanya pahit. Aku bingung harus meberinya apa, agar dia menjadi manis. Suasana semangkin riuh, kata demi kata kau sajikan begitu saja tanpa menjadi pemanis kopi yang pahit. Malam juga semangkin gelap panasnya kopi mulai mendingin, lalu mulai kucoba kembali memberi sedikit demi sedikit gula dan ku aduk secara berlahan agar manisnya merata. Aku berhasil, kini kopinya terasa manis dan dapat ku nikmati, bersama rebahan senyumu yang juga mulai merata tanpa harus ada secangkir kopi hitam yang pahit.
                                    Fokus UMSU, 20 Januari 2013



Daun Jatuh
Benarkah daun itu telah jatuh? Sekian kali aku bertanya pada sang waktu dan sekian kali pula aku menelan kenyataan pahit, daun yang tak ku tau kuningnya kini telah jatuh di atas tanah bersama semua kenangan indah.
Dia masih hijau! Ku telan ke tak mungkinan yang terjadi kepadanya dan kutanya pada sang penguasa dalam tirakat “secepat itukah?” aku masih tak mengetahui alasan apa yang membuatnya cepat pergi dan ntah alasan apa pula sang khalik memanggilnya secepat itu.
                        Fokus UMSU, 20 Januari 2013


Aku Terlupakan
Jangan bertanya, jika kau masih melupakan Aku dalam lalaimu yang menjamur pada setiap perintah Ku. Pahamilah, sudah sekian banyak yang Ku beri untukmu, mulai dari kau terbangun hingga kau terlelap. Langkah dan nafasmu adalah milik Ku, setiap sisi yang kau punya, juga punya Ku. Jangankan datang kerumah Ku, menyebut nama Ku saja kau tidak pernah sama sekali, yang kau fikir hanyalah senangmu tanpa memikirkan sedih Ku yang selalu kau lupakan dalam nikmat Ku. Wahai manusia ingatlah “ajabku lebih” maka betasbihlah setiap langkah kakimu dalam setiap detik.
                        Fokus UMSU, 20 Januari 2013

Kembali Ke Rumah
            Kepada : A.B
Aku akan memberimu ikhlas, bila tali yang kau beri telah putus hingga membawaku pada ombak tinggi bersama angin yang terbang entah kemana. Tapi bukankah aku mempunyai dua bangau yang selalu menjaga kesetiaan untuk pulang kerumah. Bersama akan merasa bahagaia, dan bersama akan lebih indah jika tujuan kita adalah satu “kembali kerumah tanpa tersesat.” Abaikan semua hal lampau biarkan kita mencium puncak tanpa bayang kegagalan yang pernah kita jalanani bersama.
                        Fokus UMSU, 20 Januari 2013


(Riyan haqiqi anshor adalah nama pena Riyan Pradesyah, lahir pada tanggal 8 mei 1991 di Gunung Melayu. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Jurusan Perbankan Syariah ini aktif dalam Forum Sastra atau Forum diskusi mahasiswa (FOKUS), dan aktif dalam Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI IBS). Pernah menjuari kepenulisan artikel yang diadakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah se Sumatera Utara. Karyanya telah dimuat di beberapa media massa lokal, juga termaktub dalam puluhan buku antologi.)

PUISI





Riyan Haqiqi Anshor
(Medan Bisnis, 12 Oktober 2014)
Hatiku Kering
Sejak ke pergianmu aku telah menyimpan beberapa kenangan yang masih sering aku jamaah bersama malam, lesung pipi dan manis senyummu telah kudapati di kesendirian bersama sepi. Hembusan nafasmu kurasakan datang bersama angin yang menerpa lembut hatiku, ingin rasanya aku bertemu denganmu agar aku dapat menyirami hatiku yang kering oleh kasihmu pada purnama kelima ini.
Fokus UMSU 2014

Melayat Hati
Ku jamah lagi hati yang sudah lama mati, dengan taburan bunga-bunga indah dan sedikit air mawar yang mengharumkan tanah yang sudah lama kering. Nisanmu mebuatku meneteskan air mata dan bayangmu yang membuatku melayat hati ke kubur hatimu, kini rinduku tak terbendung lagi setelah aku melayat di hatimu yang sempat terbukur.
Fokus UMSU 2014


Namaku Luka
Sejak tadi aku selalu berdiam, menyimpan tawa dalam kekaluttan. Hati yang bernanah karena sayat masih menjadi penyimpang senyum. Tanpa abjat dan suara aku menyembah malam untuk mencari senyum pada bibir mereka dan ku pinjam saat pertemuanku dengan sunyi berlabu. Galau mencaci jiwa, dia datang tanpa mengetuk pintu lalu kembali pada bayang yang sempat ku terangi dengan cahaya. Cinta yang ku pinjam dari seorang kekasih orang lain pergi tanpa muhasabab yang jelas, hingga bayangmu kembali lagi atas nama luka dan perih menusuk jiwa.
Fokus UMSU 2014

  
Ke Negaramu
Pernah juga aku pegi ke negaramu untuk mempelajari kelembutan pada mata seorang kekasih yang baru saja menemu pada kesabaran, lembut, anggun dan bijaksana adalah kekuatanmu untuk dapat bertahan bila kesunyian datang menyapa tanpa aku berada di sisimu. Kakiku telah betah dan hatiku telah teduh saat negaramu menyapaku dengan suara lembut yang kau miliki, seperti kini kisah yang tak akan bercerita tentang kesakitan kembali maka akan ada akhir indah dalam penantian negaramu; kekasihku.
Fokus UMSU 2014

( Riyan haqiqi anshor adalah nama pena Riyan Pradesyah, lahir pada tanggal 8 mei 1991 di Gunung Melayu. Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Jurusan Perbankan Syariah ini aktif dalam Forum Sastra atau Forum diskusi mahasiswa (FOKUS), dan aktif dalam Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI IBS). Karyanya telah dimuat di beberapa media cetak dan antologi.)
 http://www.medanbisnisdaily.com/e-paper/2014-10-12/files/assets/basic-html/page14.htm

PUISI

Riyan Haqiqi Anshor
(Medan Bisnis, 15 Februari 2015) 

 
Sebelum Hujan Berhenti
Seperi biasa, rasa ini terlahir dari sunyi yang menyekak tangis. Aku masih saja melihat jendela untuk melihat jalan yang pernah kau tapaki. tapi bukan untuk mendekat, melainkan menjauh. Dalam bisik sunyi aku terus  mendapati wajahmu, menemu dibalik rasa yang semakin menggebu untuk bertemu. ini sudah sekian alamanak yang telah kau tinggalkan, harus berapa sunyi lagi yang menghujam hatiku? Kembalilah padaku, sebelum hujan benar benar berhenti untuk melupakanmu.

Kopi Malam
Secangkir kopi ku teguk di malam minggu, menemu pahit yang begitu menelusup. Hitam bukan pula pada cankir, tapi pada bubuk yang mengubah rasa. Mungkin kau harus mengerti. Kalau cinta memang sebenarnya tulus dalam rasa. Hanya saja takut  yang mengubah semua menjadi pahit hingga mencapur rasa semakin pahit.

Nada Cinta
Nada terlantun sempurna menyusup dalam telinga. Dia hanya tersenyum. Dengan ringan tangan merambas gitar. Suaranya semakin menghentikan aku pada satu nada dasar, membuat semuanya terasa sempurna. Tidak! Aku tidak boleh terperangkap oleh lantunan nadanya. Aku harus kembali pada nada tinggi yang membuat gelisa oleh kepiawainya menyimpan semua nada.



(Riyan haqiqi anshor adalah nama  pena dari Riyan Pradesyah, lahir pada tanggal 8 mei 1991 di Gunung Melayu. Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Jurusan Perbankan Syariah ini aktif dalam Forum Sastra atau Forum diskusi mahasiswa (FOKUS), dan aktif dalam Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI IBS). juga aktif dalam Diskusi Fiksi. menulis fiksi. Membaca Fiksi (Universal Nikko + mayoko Aiko) atau yang serig disebut dengan CENDOL. Beberapa Karyanya telah dimuat di media cetak dan antologi.)
 
http://www.medanbisnisdaily.com/e-paper/2015-02-15/files/assets/basic-html/page15.html