• Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Berpuisilah Di dalam Kehidupanmu, Maka Kau akan Menemukan Hatimu

Jumat, 18 Desember 2015

Sudahkah Syariah, Bank Syariah?


Oleh : Riyan Pradesyah.
(Waspada, 5 Noveber 2015)
            Pertumbuhan bank syariah di Indonesia memang sangat signifikan, terbukti dari banyaknya kemunculan bank syariah, dan juga banyaknya syahadat bank konvensional yang semakin menjamur. Kemunculan bank syariah bukan suatu hal yang baru ditengah masyarakat, melainkan sesuatu yang sudah dianggap biasa dan wajar. Sebab, banyaknya masyarakat Indonesia beragama muslim yang ingin mengkaffahkan kehidupannya dengan kegiatan sehari-hari. Seperti, dengan melakukan transaksi di bank yang berlandaskan al quran dan hadits, yaitu bank syariah.
            Menjamurnya pertumbuhan bank syariah di Indonesia, menjadikan salah satu hal yang paling menyita perhatian masyarakat Indonesia. Dimulai dari sisi pelayanan, Fasilitas, infrastruktur, hingga produk perbankan syariah yang saat ini masih menjadi tanda tanya masyarakat. Selain namanya yang asing ditelinga masyarakat, produk perbankan syariah juga sukses membuat masyarakat Indonesia penasaran, tentang pelaksanaan produk-produk perbankan syariah yang sesuai dengan syariah.
            Ada begitu banyak produk-produk yang tawarkan perbankan syariah, dimulai dari penyimpanana, peminjaman, penyewaan, penitipan, hingga kerjasama dalam melakukan usaha. Sekilas, bila kita mendengar produk-produk perbankan syariah dengan bahasa Indonesia, maka tidak ada bedanya sama sekali dengan bank konvensional. Tetapi, bila kita mendengarkan penjelasan yang telah dijabarkan, maka kita akan mengerti tentang perbedaan bank syariah dan bank konvensional. Produk-produk yang ada di bank syariah juga di jalankan sesuai dengan ketentuan syariah, dan diawasi oleh dewan pengawas syariah, atau yang sering disebut dengan DPS.
            Produk penyimpanana yang ada di bank syariah mempunyai dua akad, atau yang sering disebut dengan perjanjian. Pertama akad wadiah atau tabungan wadiah. Di mana dalam akad wadiah ini, kita hanya menitipkan uang kita saja tanpa harus terkena potongan dan penambahan uang. Terkait dengan akad wadiah yang ada di perbankan syariah, landasan yang menguatkan dalam kemunculan produk tersebut ialah Quran Surah. Al Baqara ayat 283 dan Quran Surah An-Nisa ayat 58. Di mana di dalam kedua ayat tersebut terkandung sebuah perintah untuk menunaikan amanat yang telah di sampaikan. Akad wadiah, juga sering digunakan untuk melakukan penitipan di bank syariah. Kedua, tabungan mudharabah atau yang disebut dengan bagi hasil. Di sini, bank bertindak sebagai pengolah dana (Mudarib) dan nasabah sebagai pemilik dana (Shahibul Mal). Mereka melakukan kerjasama untuk pengolahan dana, dengan perjanjian untung dan rugi ditanggung bersama. Akad Mudharabah ini juga dapat digunakan untuk kerjasama dalam membentuk suatu usaha. Kemunculan akad mudharabah berlandasan Quran Surah AN-Nisa ayat 29, Quran Surah Al Baqarah ayat 275 dan Hadits Riwayat Ibnu Maja dari Shuhaib “Nabi bersabda, ada tiga hal yang mengandung berkah: Jual beli tidak secara tunai, Muqaradhah (Mudharabah), dan mencampur gandum dengan jewawut untuk keperluan rumah tangga, bukan untuk dijual).
            Di dalam bank syariah juga mempunyai produk pembiayaan. Dimana, di pada pembiayaan yang telah terjadi, bank syariah biasanya menggunakan akad murabahah, atau yang sering disebut dengan akad jual beli. Bank yang bertindak sebagai pemodal, memberikankan dana kepada nasabah atas apa-apa saja yang mau dibeli. Tetapi dengan catatan, bank memberikan atau mengutus pengawas dalam pembelanjaan yang akan dilakukan nasabah, dan bank juga harus transparan atas pengambilan margin yang telah disepakati. Dengan begitu, keduanya akan sama-sama ridha atas kerjasama yang telah disepakati.
            Kemunculan akad murabahah dilandasi atas Qur’an Surah Anisa ayat 29 dan Al-Baqarah ayat 275. Di dalam kedua ayat tersebut, mengandung sebuah perintah untuk mengambil keuntungan dengan cara yang halal, bukan dengan cara yang batil. Dengan adanya kesepakatan antara keduanya, dan ketransparanan dari kedua belah pihak. Maka kehalalan akan terjadi, keduanya sama-sama ridha dan ikhlas dalam apa yang telah mereka lakukan. Murabahah juga mempunyai landasaran yang kuat dalam Hadits rasulullah yang telah di riwayatkan oleh Al-Baihaqi dan Ibnu maja, yang artinya Dari Abu Sa’id Al-Khuri, bahwa Rasullulah SAW bersabda : “Sesungguhnya jual beli itu harus dilakukan suka sama suka.”
            Bank syariah juga mempunyai produk pembiayaan perumahan atau yang sering disebut dengan KPR. Dalam hal ini, bank syariah menggunakan akad Musyarakah Mutanaqisah, dimana akad tersebut merupakan turunan dari akad musyarakah atau akad kerjasama antara dua belah pihak. Sedangkan mutanaqisah adalah pengurangan secara bertahap. Bila keduanya digabungkan dalam satu artian, itu berarti musyarakah mutanaqisah adalah bentuk kerjasama antara kedua belah pihak atau lebih, untuk kepemilikan suatu barang atau asset. Dimana di dalam kerjasama ini, kepemilikan akan secara berangsur berpindah kepada satu kepemilikan saja, dan bentuk kerjasama ini akan berakhir dengan ditandainya suatu kepilikan yang sah pada satu pemilik. Seperti contoh. Nasabah ingin mempunyai suatu rumah, kemudian nasabah mengajukan pembiayaan atas KPR kepada bank syariah. bank syariah memberikan persyaratan, termasuk menggunakan akad Musyarakah mutanaqisah. Mulanya rumah tersebut adalah milik bank dan nasabah, tetapi lama kelamaan rumah tersebut akan menjadi milik nasabah. Di sebabkan, karena nasabah telah melunasi apa yang telah menjadi kewajibannya di dalam akad. Pembiayaan akad musyarakah mutanaqisah ini juga tidak terpengaruh oleh fuktuasi bunga, sebagaimana yang telah dilakukan oleh bank konvensional.
            Pembiayaan akad musyarakah mutanaqisah juga mempunyai landasan yang kuat di dalam Al-Quran Surah Shad ayat 24, Surah Al-Maidah ayat 1 dan hadits Rasulullah yang telah diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Amr bin Auf yang artinya “Aku adalah pihak ketiga dari dua orang yang syarikad selama salah satu pihak tidak mengkhianati pihak yang lain. Jika salah satu pihak telah berkhianat, Aku akan keluar dai mereka.”
            Dari uraian di atas, kita telah mengetahu kemunculan produk perbankan syariah berlendaskan al-quran dan hadits. Dengan begitu, secara ototmatis, produk perbankan syariah sudah menggunakan atau menerapkan sistem syariah pada setiap produknya. Hal tersebut, dikuatkan dengan adanya Dewan pengawas syariah yang berfungsi untuk mengawasi tentang penerapan produk perbankan syariah yang sesuai dengan syariah. Dan di dalam suatu lembaga keuangan syariah tidak produknya dengan menggunakan sistem syariah, maka dewan syariah wajib menegur dan memberi sangsi pada lembaga keuangan tersebut. Kemunculan produk-produk perbankan syariah juga mempunyai dua landasan yang kuat, yaitu Al-Quran dan Hadits. Dengan begitu, bank syariah dan beserta produknya sudah tidak diragukan lagi ke halalannya, apabila dijalankan sesuai dengan aturan yang ada. Untuk itu, umat islam dapat menjalankan syariat islam dengan mudah dan kaffah.

Penulis adalah Alumni Fakultas Agama Islam, Jurusan Perbakan syariah UMSU

Minggu, 08 November 2015

Cinta Dalam Rahim Akuntansi


Karya : Iwan Triyuwono
“Rasionalitas-tujuan” dapat melebur jika cinta hadir dan memancarkan sinar “rasionalitas-nilai” (wertrationalitat). Cinta dapat membunuh benci, sebagaimana yang disenandungkan oleh Rabi’ah al-Adawiyah, “Cintaku pada Allah tidak menyisakan ruang di dalam hatiku untuk membenci setan.” Cinta, sebaliknya, membawa rahmat bagi umat manusia dan seluruh alam semesta.
Wahai Kebahagiaanku, wahai Kerinduanku, dan
Wahai Pelindungku,
Wahai Sahabatku, ketentuan Jalanku, dan Tujuanku,
Engkaulah Ruhku,
Engkaulah Harapanku,
Engkaulah Sahabatku, Kerinduanku dan Keselamatanku,
Tanpa Diri-Mu, wahai Hidup dan Cinta-Mu
Tak pernah aku mengembara melintasi negeri-negeri tak terbatas ini.
Betapa banyak rahmat, betapa banyak anugerah,
Karunia dan nikmat telah Kau tunjukkan padaku.
Cinta-Mulah yang kucari
Dan di dalamnya aku menemukan berkat
Wahai Cemerlang mata kalbu kerinduanku!
Engkaulah pembimbing kalbuku!
Selama hayatku masih dikandung badan,
Aku takkan pernah lari
Menjauhi-Mu.
Ridhailah aku, wahai Hasrat jiwaku,
Dan aku pun akan berbahagia sejati (Rabi’ah al-Adawiyah)
Dengan cinta, realitas kehidupan manusia akan sarat kasih sayang, sarat dengan nilai kesadaran ketuhanan dan sarat dengan nilai tauhid.

Sabtu, 17 Oktober 2015

JOMBLO LEGENDARIS #3


Malam minggu! malam minggu! apa enggak bisa ya kalau di dunia ini enggak ada yang namanya malam minggu? kan kasian JJS (Jomblo-Jomblo Sedunia). Mau keluar pintu, lihat teman lagi berduaan sama pacaranya sulang-sulangan. mau kekamar mandi, lihat pasta gigi sama sikat gigi. Pergi ke tempat tidur! lihat guling berduaan sama bantal. Ya ampun, dramtis banget sih hidup jomblo. Dimana-mana selalu ada yang ngejek.
            Cep! Cep! enggak usah nangis sama guling-guling ya mblo. Makanya loe enggak usah baper kalau ngobroli tentang jomblo, santai aja. Mending loe ke belakang rumah aja, yang enggak ada lihat apa-apa kecuali asap yang semakin ngebul.
            “Iya sih, Cuma kan. karena asap ini jodoh aku enggak kelihatan,” teriak jomblo histeris.
            Tepok jidat.
            Asem-asem, siapa sih yang bakar hutan enggak tanggung jawab itu? Kan kasih JJS, semakin enggak kelihatan jodohnya. Cobak aja enggak ada asap, pasti jodohnya juga enggak kelihatan.
            Wadauuuuuuuu. sakit tau mblo, loe main jitak-jitak kepala aja. Kan gue enggak salah ngomong begituan! Emang kalau enggak ada asap jodoh loe kelihatan? kan enggak!
            “Iya sih. Cumakan enggak separah ini,” kata jomblo cengengesan.
            Udah deh Mblo, kalau emang loe ngerasa asap ini menutupi jodoh loe. mending loe sumpain aja tuh orang yang udah ngebakar hutan. Loe ber do’a sama Tuhan, agar orang-orang yang udah ngebakar hutan dapat hidayah, dan cepat ketangkap oleh polisi. Biar tau dia, hidup ngejomblo di penjara itu rasanya gimana gitu!!! Gak ada yang masakin, enggak ada yang panggil-panggil sayang, enggak ada bbm bunyi “tuing..tuing…” dan yang paling parahnya lagi, dia akan selalu lihat cicak yang berdua-duan nemplo di dinding.
            Yak an Mblo?
            Eh, udah deh Mblo. Loe jangan lama-lama dibelakang, entar loe nangis lagi lihat Emak kunti dan Om gederuwo yang kayaknya bentar lagi datang. Coba deh loe cium nih bau apa!
            “Bau kembang kantil sama kemenyan.”
            Tuhkan! mereka aja mau kencan. Lah loe, cuman sendiri aja kemana-mana. Udah deh, sebelum loe ngeringis-ringis lihat mereka berdua. Mending loe kabur aja dari sini. Oke!

Sabtu, 10 Oktober 2015

JOMBLO LEGENDARIS 2


      

     Udah malam minggu aja nih Mblo, udah siap-siap belum untuk nanti malam? bersih-bersih tempat tidur, pakai baju rapi, terus pergi deh!!!...ke tempat tidur maksudnya. Udah enggak usah  melotot gitu. He’eh pakai ada yang senyum-senyum lagi baca postingan. Udah mingkem Mblo!!! mingkem..entar ada nyamuk cowok lagi yang singgah.
    Tau gak Mblo, do’a kalian malam nih terkabul, lihat tuh awan yang pakai acara nangis, itu pasti doa kalian. Pasti loe bahagia, pasti loe seneng, pasti loe jungkir-jungkir balik di tempat tidur, dan yang pastinya loe gak bakal sendirian di kos, yang penghuninya manusia-manusia tanpa title jomblo.
    “Terimakasi, ya Allah. Akhirnya doa Baim terkabul,” pakai mewek.
    Loe bakal siul-siul dan nari pakai pantat untuk ngejek temen-temen loe yang enggak jadi ngapel. Iyakan? pasti iya, makanya loe senyum-senyum sambil kegirangan gitu. Loe nyanyi-nyanyi bawa gitar di depan kos, walau loe music sama lagunya enggak ada nyambung-nyambungnya sama sekali. Sampek-sampek ayam tetangga juga enggak jadi ngampel, karena mereka males dengeri suara loe yang cempreng kayak kaleng rombeng.
    Eh tunggu deh Mblo, cobak loe dengeri suara itu. Nah dengerkan loe?
    “Iya gue denger,” mewek bebek.
    Tuhkan, walaupun mereka enggak jadi ngapel, tapi tetep, bisa telponana, panggil-panggil sayang, mesra-mesraan, ditanyakin udah makan apa belom. Nah loe? boro-boro ditanyakin makan, ditanyakin nenek mau kemana aja enggak pernah. Mblo..Mblo…Mblo..nasib loe Mblo. Bagus loe cuci kaki, dan langsung deh berangkat, pergi, kabur, atau jedoti tuh jidat loe ketembok, biar sekalian pingsan dan enggak dengar temen-temen loe yang telponana sambil panggil ayang-ayangan. Kalau loe terus-terusan pasang kuping! Wah, udah deh, enggak usah tanya gue lagi. Loe bakal gue nobatkan sebagai JOMBLO KRONIS.
    Udah Mblo..Udah…Enggak usah dengeri. Jangan mewek di depan rumah gitu. Entar pikir orang, loe dianiaya lagi sama temen-temen loe. Mending yang nanyaki sendiri. Nah kalau yang nanyaki pasangan, loe kan tambah Kronis kuadrat. Iya gak Mblo? bagus loe gue jdoti ketembok aja deh, dari pad aloe bunuh diri di pohon toge. Iya..iya...iya..
JEDUAGGGGGG
    Langsung jomblo pingsan, ngehayal dapat pasangan di alam mimpi. Huuuu, untung aja mimpi, kalau enggak, bisa jerit0jerit enggak jelas dia. Fiuhhhhh..

Sabtu, 03 Oktober 2015

Jomblo Legendaris


   

   Eh udah, lo enggak usah melongo kayak jomblo. Mentang-mentang nih malam minggu, lo terus melongo lihati cicak yang lagi mesra-mesraan nemplok di dinding. Aduh udah deh, enggak usah mewek kayak bebek begitu. Mending lo lihati aja status mantan lo yang lagi PDKT sama mantannya. Eh tunggu, kayaknya ada yang salah. Emangnya lo punya mantan? sejak kapan? kok gue enggak pernah tau lo punya mantan. Udah deh enggak usah ngaku-ngaku kalau lo pernah punya mantan, pada hal lo selalu jumblo setiap detik. Tuhkan lo senyum-senyum, itu tandanya lo memang enggak pernah punya yang namanya mantan. Ngaku deh lo, gak usah senyum-senyum segala lagi, pada hal hati lo selalu bilang “Iya gue jomblo sejati,” tuhkan lebih enak kalau begitu. Tapi sejak kapan lo merasa diri loe jadi jomblo? sejak ada hari kemerdekaan katak? atau sejak kadal enggak punya taring karena mereka semuanya udah tua? terserah lo mau pilih yang mana, kalau saran gue lo jangan pilih salah satu dia antara dua pilihan, atau enggak lo pilih aja pilihan ke tiga yang enggak ada jawabannya sama sekali. Sama kayak lo yang lagi jomblo, enggak punya siapa-siapa yang mau lo pilih.
     Haduehhhhh, susah ya ngomong sama orang jomblo, bawaannya makan hati aja mulu. Apa lagi kalau lihat yang berdua-duaan, pastia bawaanya pingin mewek. Lihat temen boncengan sama temennya, mewek. Lihat kadal butung sama butungnya, mewek. Lihat telur yang tinggal dua, mewek. Sampek lihat sandal yang lo pakek aja, lo bakal campakin sandal itu dan lo bakal nyumpah begini “Mampus lo, enggak ada pasangan lo sekarang. Biar adil, dan ada temen gue untuk hidup jomblo,” lo ngomongnya sambil ngesot-ngesot. Aduh udah deh, lo jangan terlalu sok dramatis untuk melihat setiap kejadian yang ada pasangannya. Sampek-sampek lo harus lihati kramik gambar angsa-ansaan yang berdua-duaan di dalam kaca. Cep…cep..enggak usah nangis, terima aja deh Mblo, kalau lo itu ditakdirkan untuk hidup sendiri saat ini. Enggak perlu ngesot-ngesot kayak suster ngesot, lo hanya perlu kayak tante kunti yang selalu tertawa. Mesti dia di cap sebagai jomblo sejati yang kemanapun pergi selalu sendiri.

Kamis, 01 Oktober 2015

Perlunya Sosialisasi Bank Syariah

Oleh : Riyan Pradesyah
(Harian Mandiri. 14 Januari 2015)
Perkembangan bank syariah di era globalisasi  memang sangatlah pesat, dapat dilihat dari banyaknya bank syariah yang bermunculan di negara ini. Bukan hanya itu saja, perkembangan bank syariah dapat dilihat dari banyaknya perbincangan yang menjadi salah satu top news tahun 2014. Beberapa media cetak maupun online juga sering membicarakan tentang bank syariah. Bukan hanya di Indonesia, bahkan di negara-negara barat sekali pun masih mengembangkan dan membicarakan hal tersebut.
            Terkait dengan perkembangan bank syariah yang terjadi di Indonesia, ada satu hal yang sangat dilupakan bank syariah sehingga membuat perkembangan bank syariah tidaklah merata. Bila kita lihat disekililing kita, khusunya pada masyarakat yang berada di kota. Perkembangan bank syariah memang sudah kita rasakan, seperti banyaknya bank syariah yang muncul di sekitar kita. Bukan hanya itu saja, perkembangan bank syariah juga diiringi dengan banyaknya sosialisasi dari pihak bank syariah, maupun para mahasiswa yang tergabung dalam gerakan ekonomi islam.
            Perkembangan dan sosialisasi yang terjadi di kota, memang menjadi salah satu papet master bagi bank syariah dalam menjalankan atau mengenalkan bank syariah ke pada masyarakat kota, hal itu hanya berlaku untuk masyarakat kota saja. Bila kita melihat dan kita perhatikan, perkembangan bank syariah di Indonesia ini tidaklah merata, semua itu dapat kita lihat dari tidak adanya bank syariah yang berdiri di suatu desa atau kecamatan. Dan itu memang benar-benar membuat buta masyarakat perdesaan akan hal bank syariah.
            Kebutaan masyarakat perdesaan pada bank syariah, membuat beberapa orang menyalahkan bank syariah yang kurang bersosialisasi akan hal tersebut. memang, banyak sosialisasi yang terjadi seperti tadi yang penulis sampaikan, ada banyak media cetak maupun online membicarakan hal tersebut, tetapi itu bukanlah hal yang menjadi satu-satunya untuk memperkenalkan bank syariah. Bila kita mengkaji tentang sosialisasi yang dilakukan oleh media. Dalam sosialisasi nya, media hanya mengenalkan bank syariah secara luarnya saja, dengan kata lain mereka hanya mengenalkan prinsip yang digunakan bank syariah yaitu bagi hasil. Tanpa mengetahui produk-produk yang sangat menguntungkan bagi mereka.
            Sosialisasi yang dilakukan media cetak dan online bersifat sementara, mereka hanya membukakan jalan untuk bank syariah agar menindak lanjuti tentang suatu perbincangan atau berita yang di angkat dari bank syariah. Memang media adalah salah satu sosialisasi yang sangat di ajungi jempol, tetapi apakah sosialisasi di media merupakan hal yang sangat menjamin bagi masyakat tanpa ada bukti. Hal ini yang harus menjadi pemikiran para banker syariah untuk mengembangkan bank syariah secara merata.
            Mendirikan bank syariah di setiap perdesaan, membuka jalan kedua untuk mengenalkan bank syariah pada masyarakat setelah sosialisasi media. Itu adalah salah satu langkah kedua bagi bank syariah untuk memperkenalkan dirinya di perdesaan. Dengan berdirinya bank-bank syariah diperdesaan, maka mereka semakin penasaran dan akan ingin mengenal produk-produk dalam perbankan syariah yang kini sudah nyata ada di hadapan mereka.
            Penjelasan yang akurat akan produk-produk yang ada di bank syariah, merupakan salah satu sosialisasi yang diperlukan dalam hal ini. Maka, untuk tidak melewatkan kesempatan tersebut, bank syariah harus mempunyai karyawan atau pegawai yang memang sangat mengetahui produk-produk yang ada di bank syariah. itu adalah hal yang sangat mudah, tetapi juga dapat dikatakan rumit apa bila karyawan bank syariah tidak mengeti setiap produk yang ditanyakn oleh nasabah yang ingin berkerjasama.
            Untuk hal yang menyangkut dengan kemampuan karyawan untuk menjawab produk bank syariah, seharusnya bank syariah memberdayakan para mahasiswa yang memiliki beground dalam perbankan syariah, agar nantinya tidak terjadi kesalahan dalam landasan produk-produk perbankan syariah yang berlandaskan al-quran dan hadits.
            Setelah melakukan pengenalan ke dua, maka bank syariah harus melakukan pengenalan ke tiga atau sosialisasi ketiga setelah pendirian bank syariah, yaitu mendirikan ATM. Pendirian ATM memang sangatlah penting bagi perbankan syariah, semakin banyaknya ATM bank syariah yang berdiri dimana-mana, maka semakin besar pula masyakat mengenal bank syariah dan menggunakan bank syariah. bila memang dirasa berat, sekelompok bank syariah juga bisa membuka ATM bersama yang digawangi oleh bank-bank syariah yang sudah menjadi besar.
            Susudah melakukah ke tiga hal tersebut, perbankan syariah harus melakukan gebrakan sekali lagi untuk lebih mengenalkan bank syariah kepada masyarakat. Contohnya saja, perbankan syariah melakukan sosilisasi dengan sistem tanya jawab soal perbankan syariah dan produk bank syariah yang dilaksanakan disuatu desa. Atau bisa juga karyawan atau pegawai bank syariah mendatangi rumah-rumah penduduk yang berdekatan dengan bank syariah, dengan tujuan mengenalkan lebih dalam lagi tentang produk dan akad-akad yang ada di perbankan syariah.
            Dapat ditarik kesimpulan, perkembangan bank syariah bukanlah menjadi salah satu patokan bagi bank syariah untuk tidak mendirikan bank syariah di desa-desa. Bank syariah harus mendirikan kantor-kantor bank syariah di perdesaan, dengan tujuan untuk mengenalkan bank syariah kepada masyarakat perdesan yang buta akan hal tersebut. Bank syariah juga harus mempunyai sumber daya manusia, yang mempunyai beground perbankan syariah atau ekonomi islam. Guna untuk lebih mengenalakn lagi pada masyarakat, tentang produk perbankan syariah. bank syariah juga harus mendirikan ATM dimana-mana, agar para nasabah yang ingin menggunakan atau bertransaksi lebih mudah. Dan bank syariah juga harus membuka diskusi tentang produk-produk perbankan syariah, untuk memperdalam pengetahuan masyarakat terhadap bank syariah. dengan begitu, gebrakan sosialisasi tentang perbankan syariah akan berjalan sempurna, dan kesempurnaan tersebut adalah penyeimbang akan semakin berkembangnya bank syariah di Indonesia.

Sabtu, 12 September 2015

Rumah Belajar Untuk Anak Gelandangan

Oleh : Riyan Pradesyah
(Terbit Di Harian Orbit, 13 Maret 2015)
Kehidupan anak jalanan adalah salah satu fenomena yang belum teratasi oleh negara Indonesia. Banyaknya anak jalanan yang berkeliaran di kota-kota besar Indonesia seolah menjadi PR pemerintah untuk mengatasinya. Berdasarkan data Kemensos, saat ini terdapat 230 ribu anak jalanan di Indonesia, jumlah ini mengalami kenaikan bila dibandingkan pada tahun 2010 dimana jumlah anak jalanan mencapai 200 ribu anak jalanan dan melalui program–programnya Kemensos berkomitmen membuat Indonesia bebas anak jalanan tiga tahun dari sekarang.
Dari banyaknya anak jalanan yang tersebar di Indonesia, hampir setiap dari mereka tidak mengerti baca dan tulis. Sementara itu pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam memajukan negara. Apa jadinya bila generasi muda kita tidak bisa membaca dan menulis di era globalisasi ini, maka negara kita akan jauh mundur ke belakang. Pemerintah perlu menangani anak jalanan dengan serius, karena lebih dari 10.000 anak di Indonesia adalah anak gelandangan yang tak mengetahui baca dan tulis. Jika pemerintah tidak serius menanggapi hal tersebut, maka bersiaplah negara ini akan menjadi negara yang paling mundur di antara negara-negara lainnya.
Masalah anak jalanan merupakan masalah yang ada disekitar kita. Kita menemukan mereka hampir setiap saat diberbagai kota. Mereka menggunakan ruang publik untuk kepentingan masing-masing. Ada pengguna ruang publik yang secara khusus memakainya untuk kepentingan yang sudah diatur dalam tatanan kehidupan kita sehari-hari. Namun ada juga yang menggunakan ruang publik itu untuk kepentingan diluar aturan yang sudah ditetapkan secara normatif.
Menurut UUD 1945, “anak terlantar itu dipelihara oleh negara”. Artinya pemerintah mempunyai tanggung jawab terhadap pemeliharaan dan pembinaan anak-anak terlantar, termasuk anak jalanan. Hak-hak asasi anak terlantar dan anak jalanan, pada hakekatnya sama dengan hak-hak asasi manusia pada umumnya, seperti halnya tercantum dalam UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dan Keputusan Presiden RI No. 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Convention on the Right of the Child (Konvensi tentang hak-hak Anak). Mereka perlu mendapatkan hak-haknya secara normal sebagaimana layaknya anak, yaitu hak sipil dan kemerdekaan (civil righ and freedoms), lingkungan keluarga dan pilihan pemeliharaan (family envionment and alternative care), kesehatan dasar dan kesejahteraan (basic health and welfare), pendidikan, rekreasi dan budaya (education, laisure and culture activites), dan perlindungan khusus (special protection).
             Untuk mengatasi anak gelandangan, pemerintah pernah menawarkan wajib belajar 9 tahun. Program ini mewajibkan setiap warga negara Indonesia untuk menerima pendidikan atau bersekolah selama 9 tahun pada jenjang pendidikan dasar yaitu : Dari tingkat kelas 1 Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga 9 tahun Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs). Tapi program yang diberikan pemerintah tidak efektif, karena pemerintah hanya membebaskan uang sekolah saja, sedangkan buku dan alat laboratorium lainnya mereka harus beli atau membayarnya.
               Untuk memaksimalkan pembelajaran bagi anak gelandangan, pemerintah bukan harus mengadakan wajib belajar sembilan tahun saja, tanpa ada kejelasan untuk gedung yang mereka pakai. Seharusnya pemerintah mengadakan Rumah Belajar khusus anak geladangan yang di dalamnya terdapat fasilitas seperti, perpustakaan, buku-buku mata pelajaran, laboratorium; kimia, fisika, biologi dan komputer.
Tidak hanya pemerintah saja yang menawarkan pembelajaran atau pemberian ilmu kepada anak gelandangan. Sejumlah masyarakat juga pernah mendirikan rumah singgah untuk anak gelandangan, tapi hasilnya juga nihil. Karena rumah singgah yang ditawarkan oleh masyarakat hanya bersifat seadanya, tidak adanya fasilitas yang memadai dan tidak adanya sertifikat yang bisa di keluarkan oleh rumah singgah yang dibuat oleh masyarakat.
             Seharusnya pemerintah tanggap dengan hal ini dan mendirikan rumah belajar di setiap kota di Indonesia, khususnya untuk anak gelandangan dengan fasilitas yang sama seperti sekolah khalayaknya. Menyediakan buku-buku mata pelajar yang akan diberikan oleh anak gelandangan demi melancarkan proses pembelajaran, serta meberikan guru yang profesional yang bisa diambil dari Pekerja Negri Sipil (PNS) yang dicari pada seleksi Masuk CPNS di setiap tahunnya. Semua yang berbau akomondasi untuk pembelajarkan di gratiskan dan kegiatan pelaksanaan belajar di adakan setiap hari senin hingga sabtu seperti khayalaknya sekolah lain.
            Dengan begitu rumah belajar dapat memajukan anak bangsa untuk hidup yang lebih cerdas, menuntaskan buta huruf yang terjadi di setiap anak gelandang, ikut mencerdaskan bangsa dan meningkatkan mutu kualitas dan kuantitas anak bangsa. Manfaat dari ada rumah belajar itu sendiri dapat menjamin mutu anak gelandangan untuk ke hidupan kedepan, Anak gelandangan yang belajar tidak perlu memikirkan akomodasi, Peserta bisa langsung mendapatkan buku-buku gratis untuk dipelajari, Dan peserta belajar juga mendapatkan Ijazah yang sama seperti ijazah sekolah layaknya.
             Jadi dengan adanya rumah belajar bagi para anak gelandangan dan dengan pasilitas yang sama. Maka negara akan dapat menuntaskan buta hurup yang terjadi di zaman modern seperti ini, dan negara akan mendapatkan gerenasi baru yang mempunyai pola fikir maju untuk membangun negara ini ke depannya. Dengan demikian, perlunya penindak lanjutan terhadap anak gelandangan atau perlu perhatian khusus anak gelandangngan untuk mendapatkan pendidikan yang semestinya. Agar mereka mampu menatap masa depan dan ikut dalam berperan untuk memajukan bangsa. dengan adanya rumah belajar bagi anak gelandangan, akan meningkatkan mutuh ke hidupan bangsa dan serta dapat mencerdaskan ke hidupan bangsa yang sudah mencadi cita-cita negara Indonesia ini.

Rabu, 09 September 2015

PUISI



Karya : Riyan Haqiqi Anshor
(Harian Cakrawala, 4 Oktober 2014)
Rangkaian Doa Malam
Malam ini kusampaikan sederetan doa untuk orang yang kucintai; Ayah dan Ibu. Dalam sujud yang selalu kujamah dengan air mata. Meletakan kening dalam setiap hela nafas adalah suatu kewajiban yang akan selalu ku ingat. Rabb, izinkan aku membicarakan dosa pada air mata yang terus membasahi ke dua pipiku, dan izinkan aku untuk terus memanggil nama kedua orang tuaku dalam setiap doa yang ku punya. Karena mereka, adalah hal yang paling indah yang aku punya.

Cinta Angkuh
Masih saja kau berjalan terus memungungiku, mau sampai kapan? Aku akan menghentikan hujan yang terus membanjiri kedua pelupuk mata, aku akan mengusap dan terus mengusap setiap tetesnya. Bila nanti ada hati yang mengetuk pintuku, maka aku akan membukanya tanpa harus menunggumu lagi. Cinta itu memang begitu, selalu saja angkuh bila dia merasa dicintai.

Hujan Menyapa
Hujan menyapa lagi, sepi juga datang kembali.sebuah kenangan kini terus menari di pikiranku, dia selalu menyiksaku dalam ke adaan yang sama; sendiri. Ingin rasanya aku menyapa dan membuatnya menjadi gila, seperti apa yang ku alami sekarang ini. Tapi sudahlah! Tak perlu di pikir kembali. Bila kenangan akan membuatmu terus berjalan ditempat.

  
Setangkai Rindu
Rindu kini datang tanpa mengetuk pintu, aku jadi malu. Ketika semua harus bermula dari keributan yang membawa kita pada kenyataan; cinta. Aku masih mengulang tentang masa itu, dimana mulut menjadi sebuah kiasan yang paling mujarab. Kau tersenyum padaku, dan aku mulai mebodoh dengan hal yang kau punya. Tapi cinta itu memang buta, tak mengenal lawan dan kawan. Akan terbawa semua oleh hati yang selalu berbunga untuk siapa saja.

Selasa, 08 September 2015

MEA Dan Sistem Syariah



Oleh : Riyan Pradesyah 
(Harian Orbit, 4 Mei 2016)

Negara dikawasan Asia Tenggara atau lebih dikenal dengan ASEAN akan memasuki era baru dalam hubungan perekonomian, khususnya perdagangan dalam bentuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pada akhir tahun 2015 MEA akan dilaksanakan. Berhubungan dengan hal tersebut, negara-negara yang tercakup dalam ASEAN kini telah menyiapkan suatu strategi untuk menghadapi MEA yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
            Jika kita melihat lebih dalam lagi tentang persiapan negara-negara asia untuk menyambuat MEA, maka kita akan mengetahui banyak strategi yang telah direncanakan oleh negara-negara ASIA. Seperti negara Jepang yang kini telah menyiapkan strategi dalam kerjasama yang akan mereka buat, kepada negara-negara asia lainnya. Negara pengeksport nomor empat terbesar didunia ini, telah menyiapkan suatu strategi yang dapat membuat mata dunia terus berkaca kepada mereka. Strategi yang digunakan oleh jepang adalah, strategi yang menggunakan sistem syariah, untuk melakukan kerjasama kepada negara-negara lainnya yang masih tercakup dalam Masyarakat Ekonomi Asean.
            Melihat jepang yang telah menggunakan strategi system syariah, membuat negara-negara Asia seolah tidak ingin ketinggalan untuk menggunakan sistem syariah yang akan mereka terapkan dalam kerjasama kepada negara-negara asia lainnya. Bila kita mengkaji lebih dalam lagi, negara-negara asia merupakan negara-negara dengan perkembangan sistem ekonomi islam yang paling terbesar. Seperti negara Malaysia dan Indonesia yang memiliki statistic perkembangan sistem syariah yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Bukan hanya itu saja, perkembangan sisitem syariah juga terjadi di negara-negara asia lainnya, seperti Brunai Darusalam, Pakistan, Iran, Singapura, Hongkong, dan Tahilan.
Perkembangan sistem syariah di negara-negara Asia membuat kita telah menyatukan akan satu pendapat, agar berjalanannya Masyarakat Ekonomi Asean yang sesuai dengan harapan. Berhubung dengan perkembangan sisitem syariah yang berada di kawasan ASEAN, membuat kita menyatukan pendapat, akan Masyarakat Ekonomi Asean menggunakan sistem Syariah saja yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Bukan hanya itu saja, keuntungan menggunakan sistem syariah juga akan berdampak pada barang-barang apa saja yang akan diekspor atau impor ke negara-negara yang masih dalam kawasan ASEAN, selama hal tersebut masih menggunakan sisitem syariah.
            Di dalam sistem syariah, suatu akad atau kerjasama di sebuah perjanjian yang tertulis tidak dibenarkan untuk memperjual belikan barang-barang haram. Dari sinilah kita dapat mengambil satu keuntungan dari sistem syariah, dan apabila terjadi pelanggaran dalam hal tersebut, maka suatu akad akan batal atau yang melanggar perjanjian akan dikenakan sangsi yang sudah disepekati oleh kedua negara yang berkerjasama. Dengan begitu, tidak ada yang dirugikan bila mana Masyarakat Ekonomi Asean menggunakan sistem syariah.
            Mengingat jepang yang telah menerapkan sistem syariah dalam mempersiapan MEA, seolah telah membuka mata kita akan keuntungan yang dapat diambil dari sistem syariah tersebut. Bukan hanya dari segi perekonomian saja, melainkan juga dari kehalal dan haraman suatu barang yang nantinya akan menjadi suatu objek yang akan diekspor maupun import kenegara-negara ASEAN lainnya. Bukan hanya itu saja, system syariah juga dapat digunakan oleh siapa saja, tidak memandang suku maupun agama yang telah dianut. Selama menggunakan sisitem syariah masih pada koridor-koridor yang ditetapkan, maka siapa saja akan merasakan manfaat dari apa yang telah diterapkan. Sistem syariah juga telah di
            Sistem syariah yang berkembang di negara ASEAN, membuat kita tidak akan takut menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean yang sebentar lagi akan dihadapi. Hanya saja, perlu semua negara ASEAN mengadakan pertemuan untuk membicarakan akan penerapan atau kerjasama dalam MEA menggunakan sistem syariah, demi kenyamanan dan mempermuda dalam menjalankan ekspor dan impor yang berjalan dengan bebas tapi terikat dengan sistem syariah yang ada di dalamnya. Dengan begitu, tidak akan ada yang ditakutkan dalam menghadapi MEA yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
               Sistem syariah digadang-gadang sebagai sistem ekonomi yang lebih tahan terhadap krisis. Bahkan setelah kegagalan sistem ekonomi kapitalis, ekonomi syariah dipandang sebagai sebuah alternatif dan solusi untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi dunia. Dan apabila ini diterapkan di Masyarakat Ekonomi Asean, selain prekonomian asean tahan terhadap krisis, perekonomian Asean juga akan mengalami perekambangan yang signifikan serta mensejahterah-kan kehidupan masyarakat di dalamnya, serta penghalanan semua barang ekspor dan impor yang akan masuk di negara-negara yang akan menyelenggarakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Berbena Sebelum Memerger Bank Syariah


Oleh : Riyan Haqiqi Anshor
(Harian Medan Bisnis, 28 Februari 2015)
     Perkembangan bank syariah yang mulai eksis dalam dunia perbankan, membuat sejumlah praktisi atau pemerintah ingin lebih menguatkan perbankan syariah atau ekonomi islam di negaranya. Dari kemunculan wacana yang mengejutkan dari Perdana Mentri inggris, David cameron, yang mengatakan bahwa inggris akan menjadikan negaranya sebagai kiblat ekonomi islam. Para negara timur pun langsung berbenah dengan pernyataan perdana mentri inggris yang disinyalir kini sudah membuat rancangan tersebut, dengan mendirikan kajian-kajian ekonomi islam di universitas yang ada di Inggris.
     Berawal dari wacana inggris yang telah mengatakan hal tersebut, kini negara timur telah mengadakan berbagai pengkoreksian tentang ekonomi islam yang ada di negara mereka, termasuk Indonesia. Perekonomian Islam di Indonesia, kini telah mengalami kemajuan yang luar biasa, sehubungan dengan wacana pemerintah untuk mengabungkan beberapa bank syariah menjadi satu, atau yang sering disebut dengan Marger. Beberapa bank syariah pun masuk dalam nominasi yang akan digabungkan, seperti BNI syariah, BRI syariah, BSM, dan BTN syariah. Ke empat bank tersebut, akan dijadikan satu untuk memperkuat ekonomi islam yang ada di Indonesia.
     Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah harus mengkaji atau meninjau lebih dalam lagi tentang keberadaan bank syariah yang ada di Indonesia, sebelum melakukan merger pada bank yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Kita memang sudah mengakui tentang kinerja usaha pemerintah untuk memperkuat perekonomian islam di indonesia, tetapi pemerintah harus melihat apa yang sebenarnya membuat perekonomian islam di negara-negara barat sangat berkembang dan di minati oleh masyarakanya. Bahkan sampai ada suatu wacana yang sangat mengemparkan dunia ekonomi islam.
     Hal yang mendasar yang perlu dikaji oleh pemerintah indonesia adalah Sumberdaya manusia yang ada di perbankan syariah. Bila kita berkaca pada negara-negara yang telah mengembangkan ekonomi islam di negaranya dengan pesat, maka kita akan menemukan sebuah hal yang paling pokok tentang perkembangan bank syariah. Kita akan menemukan sumberdaya manusia yang memang mempunyai kemampuan untuk menjelaskan atau melaksanakan apa-apa saja yang ada di perbankan syariah dengan baik. Tentu saja, kecekatan dan pemahaman yang mereka dapatkan berasal dari bangku semasa mereka menimba ilmu ekonomi islam. Jadi dengan begitu, mereka akan mampu menjelaskan kepada nasabah terkait semua proses yang ada di dalam bank syariah, dan mereka akan mengatakan dengan pasti hal yang haram dan yang tidak haram. Seperti bunga dan bagi hasil yang memang sangat beda bila dijelaskan oleh orang-orang yang mempunyai keahlian dalam bidangnya.
     Bila kita melihat dari banyaknya bank syariah yang muncul di indonesia, maka seharusnya kita juga akan melihat banyaknya sumberdaya insani yang di butuhkan oleh bank syariah yang sesuai dengan bidangnya. Tetapi tidak pada kenyataanya, kebanyakan bank syariah menyebarkan sebuah brosur tentang pencarian sumber daya insani yang tidak sesuai dengan basiknya atau bidangnya. Malah banyak dari mereka yang lebih memilih jauh diluar dari basik yang ada, dan itu membuat perbankan syariah semakin diperhatikan oleh banyaknya kalangan yang ada di indonesia.
     Perkembangan ekonomi islam di Indonesia, khususnya perbankan syariah. Mempunyai keseimbangan yang begitu signifikan terhadap pengkajian-pengkajian yang ada di universitas-universitas indonesia.  Banyaknya universitas yang membuka kajian atau fakultas ekonomi islam, dengan seiringnya perkembangan ekonomi islam yang mencuat. Hal ini seharusnya menjadi salah satu power untuk perbankan syariah, agar memanfaatkan kelulusan dari ekonomi islam tersebut menjadi sebuah sumber daya insani yang kopeten. Mereka akan mampu menjelaskan tentang produk perbankan syariah yang sesuai dengan seharusnya, mereka juga akan menjelaskan ayat-ayat apa saja yang sebenarnya melandasi produktersebut, dan bagaimana cara kerjasana antara nasabah dan bank syariah menggunakan bagi hasil. Serta yang paling terpenting adalah menjelaskan akad-akad apa saja yang ada dalam bank syariah dan dapat menjelaskan kepada masyarakat tentang perbedaan bungan dan bagi hasil, yang kini masih terlihat sama di mata masyarakat.
     Sumber daya manusia yang sesuai dengan bidangnya, itulah yang harus dicari atau di pergunakan dalam memerger bank syariah. Pemerintah harus membenahi sumberdaya manusia pada bank syariah yang akan di merger ke depannya, agar penjelasan produk pada perbankan syariah ke pada nasabah dapat tersampaikan dengan benar, tidak ada kesamaan lagi antara bungan dan bagi hasil yang benar-benar sangat beda dan membedakan. Karena keberhasilan suatu perusahan ada pada sumber daya manusianya yang kopeten dan sesuai dengan basiknya, dan kehancuran sebuah perusahaan juga ada sumber daya manusianya.

Sistem Ekonomi Dan Kesejahteraan Rakyat


Oleh : Riyan Pradesyah
(Harian Orbit, 8 Juni 2015) 
Sistem perekonomian yang baik adalah, sistem perekonomian yang mampu berkerja sama antara negara dan Masyarakat
            Di dalam suatu sistem perekonomian yang dianut oleh sebuah negara, diperkirakan dapat menjamin kehidupan masyarakat untuk menjadi yang lebih baik. Untuk menganut sebuah sistem perekonomian, sebuah negara harus melihat bagaimana sistem perekonomian itu sendiri berjalan di dalam sebuah negara, yang sudah terlebih dahulu menganut sistem perekonomian tersebut. Penglihatan aspek yang terjadi dalam berbagai pandangan, sangat berpengaruh terhadap apa yang nantinya akan diterapkan di sebuah negara. Berbagai aspek yang nantinya berpengaruh terhadap apa yang telah dianut oleh sebuah negara, diperkirakan dapat menjadikan kesejahteraan rakyat di suatu negara.
            Penjaminan sistem perekonomian dapat mensejahterakan rakyat, membuat negara lebih teliti untuk memilih sistem perekonomian yang harus dianut. Ini semua terkait dengan kesejahteraan rakyat yang berimbas pada perekonomian negara. Beberapa sistem perekonomian yang sering kita kenal, mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Di Indonesia, sistem perekonomian yang terjadi saat ini, lebih menekankan adanya ideologi yang sangat menitik beratkan pada nilai-nilai yang mencakup pada pancasila dan serta senantiasa merujuk pada pandangan hidup untuk bangsa demokrasi. Sistem Ekonomi Pancasila dan menegaskan mengenai sistem tersebut bahwa telah menyepakati dengan suatu bentuk ekonomi yang baru dan didalamnya mencakup unsur utama yang dikenal dengan nama Demokrasi Ekonomi.
            Indonesia telah menganut sistem ekonomi demokrasi atau ekonomi Pancasila. Kandungan demokrasi ekonomi ini menyatakan bahwa adanya produksi yang dilakukan untuk usaha bersama demi kepentingan bersama. Demokrasi ekonomi ini memiliki peran yang aktif dalam masyarakat berkenaan dengan kegiatan pembangunan. Pemerintah pun berkewajiban dalam menghasilkan sebuah bimbingan dan petunjuk bagi pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan iklim sehat untuk pertumbuhan dalam dunia usaha. Sedangkan dalam bidang usaha pun memiliki kewajiban sebagai pemberi sebuah tanggapan positif pada pengarahan dan bimbingan.
            Timbulnya persoalan ekonomi pada dasarnya ialah, adanya masalah pengelolahan alat-alat dan sumber kehidupan manusia, yang merupakan faktor-faktor produksi tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan keterampilan atau skill, yang menjadi barang dan jasa. Pengelolaan yang tidak tepat pada tujuan awal, akan berimbas pada kehidupan rakyat, yang nantinya juga akan berimbas pada negara yang menganut sisitem perekonomian tersebut. Sistem ekonomi merupakan cabang ilmu ekonomi yang membahas persoalan pengambilan keputusan dalam tata susunan organisasi ekonomi, untuk menjawab persoalan-persoalan ekonomi guna mewujudkan tujuan nasional suatu negara.
            Bila kita menelitik lebih dalam lagi, di dalam ilmu ekonomi demokrasi, kita telah menemukan sistem kebersamaan atau sistem saling bantu membantu. Hal tersebut hampir sama dengan sisitem perekonomian syariah yang saat ini telah menggencarkan dunia untuk meneliti sistem perekonomian itu sendiri. Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam. Pada sisitem ekonomi syariah, kita juga menemukan saling mendahulukan kebersamaan, guna untuk mencapai tujuan suatu negara yang lebih tinggi; cita-cita sebuah negara.
            Sistem ekonomi Indonesia dan sisitem ekonomi syariah memang banyak sedikitnya ada saling keterkaitan. Hanya saja pada sisitem perekonomian yang dianut oleh indonesia yaitu demokrasi, hanya menguntungkan satu pihak tanpa memperdulikan lainnya. Sistem perekonomian syariah yang berlandaskan al-quran dan hadits ini pun juga membahas tentang cara pengelolahan yang saling menguntungkan; antara negara dan masyarakat. Sistem perekonomian syariah yang berdasarkan bagi hasi, menunjang suatu kelompok masyarakat untuk meningkatkan efektifitasnya. Sebab, dengan adanya kerjasama atau bagi hasil yang dilakukan masyarakat dan pemerintah, akan menimbulkan komunikasi yang baik dan motivasi yang berkesinambungan. Hal tersebut jelas akan meningkatkan reproduksi masyarakat dalam sega bidang yang mereka tekuni.
            Permasalahan ekonomi yang meliputi ketenaga kerjaan, modal, skil dan sumberdaya akan segera terminimalis di Indonesia, jika Indonesia menganut sisitem perekonomian syariah. Sebab, perekonomian syariah akan mengatur itu semua berdasarkan apa yang telah menjadi kebutuhan masyarakat dan negara. Pembagian yang secara merata yang akan dilakukan sistem ekonomi syariah, akan terlihat adil dimasyarakat dibanding dengan sistem perekonomian demokrasi yang hanya mementingkan satu pihak saja. Atau tidak, sistem ekonomi demokrasi yang sudah berlangsung di Indonesia, dapat menonjolakn sistem syariah. Seperti, saling membantu, berkerjasama secara transparan, melakukan akad-akad yang tidak menguntungkan sepihak, bergotong royong dalam membangun negara, dan hal yang lain selama itu tidak melanggar aturan perekonomian syariah; berlandaskan al-quran dan hadits.

Minggu, 23 Agustus 2015

Sosialisasi Perbankan Syariah Ala Upin & Ipin



Pernahkah anda menonton kartun Upin dan Ipin? Jawabannya pasti pernah! Siapa yang tidak kenal dengan dua bocah yang sering mengajarkan kita banyak hal. Pemolesan dan penyampain moral dalam kartun ini begitu kental, tidak jarang banyak juga orang tua yang gemar menonton kartun tersebut. Di dalam kesempatan ini, saya bukan ingin mempromosikan kartun yang berasal dari negeri Ziran Malaysia tersebut, melainkan untuk mengingatkan pada kita semua tentang satu episode yang benar-benar membuat saya tercengang. Ingatkah anda pada episode 6 cerita tentang kartun ini? Bila anda tidak ingat maka anda bisa buka yutube sekarang juga! Pada episode ini, kartun tersebut mengajarkan kita untuk menyimpan uang dengan aman, mulai dari di bawah kasur, di bawah bantal, sampai pada toples yang dijadikan sebagai tempat menyimpan uang paling aman (Itu menurut Upin dan Ipin, bukan Kak Ros). Kenyaman itu terus dipertimbangkan oleh ke dua bocah tersebut, dan sampai pada akhirnya uang yang mereka simpan di dalam toples di masukan di suatu Bank Islam oleh Kak Ros.

Begitulah cuplikan dalam kisah Upin dan Ipin yang membuat saya tercengang. Mungkin anda akan bertanya-tanya, bagian manakah yang membuat saya tercengang! Bila kita menyaksikan kartun tersebut secara detail, maka di akhir cerita, Upin, Ipin dan Kak Rosa akan keluar dari suatu Bank Islam yang ditulis besar-besar di sana, dan ini membuat saya ingin mengutik lebih dalam lagi. Mengapa di dalam kartun Upin dan Ipin memakai bank islam, kenapa tidak pakai bank konvensional saja. Dari sinilah saya terus menggali tentang bank islam atau Bank Syariah yang ada di Indonesia. Cukup singkat, dalam beberapa hari saya menemukan jawabannya setelah saya membaca buku dan membuka rekening di Bank Muamalat. Tentu saja jawabnya memakai akad wadiah pada tabungan.

Kenapa Akad wadiah? Apa Hubungannya?
Perlu kita ketahui sebelumnya, akad wadiah yad adh-dhamanah adalah titipan murni yang tidak dikenakan biaya apapun, tetapi mempunyai fasilitas yang sama pada tabungan biasanya. Di dalam tabungan wadiah, kita tidak dikenakan biaya apapun, kita juga tidak dikenakan penambahan atau pengurangan pada uang yang kita simpang. Jadi seberapa uang yang anda simpang di Bank Syariah dengan menggunakan akad wadiah yad adh-dhamanah, sampai kapanpun uang anda akan memiliki jumlah yang tetap, tidak berkurang atau bertambah.

Bila kita telusuri lebih dalam lagi, mengapa dalam serial anak itu memilih memperlihatkan bank islam atau Bank Syariah dibanding dengan bank konvensional. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut, di antaranya ialah. Di bank syariah atau bank islam mempunyai hal yang sangat transparan dan membuat anak dapat memahami hal tersebut. Mengajarkan anak di usia dini untuk belajar menabung, tanpa khawatir tabungannya akan berkurang, dalam artian terkena potongan. Apabila nantinya anak tersebut menginjak usia 17 tahun ke atas, anak tersebut akan disuguhkan beberapa pilihan untuk mengubah akad dalam tabungan, tanpa paksaan dari pihak bank. Bank Syariah juga mengajarkan anak untuk hidup hemat serta menabung ditempat yang paling tepat.

Pada tabungan wadiah di Bank Syariah, mempunyai sistem yang baik atau sistem yang memang pantas untuk masyarakat yang hanya ingin menyimpankan tanpa ingin terkena potongan atau tambahan. Khususnya di perdesan, banyak orang yang sangat mengeluhkann melihat potongan yang tiba-tiba kurang begitu saja ketika mereka mengecek rekening mereka. Itulah sebabnya mengapa Bank Syariah dijuluki sebagai bank penyempurna, mereka mampu untuk menutupi kekurangan yang terjadi pada bank-bank konvensional. Ya contohnya seperti apa yang sudah kita lihat sekarang ini. 

Mengingat tabungan wadiah yang sudah kita bahas di atas, banyak ke gunaan tabungan wadiah yang bisa kita lihat dalam artikel ini. Pertama, tabungaan wadiah mempunyai fasilitas yang sama terhadap produk-produk lain yang ada di bank konvesional diantaranya; setelah kita membuka tabungan wadiah kita juga mendapatkan ATM yang dapat digunakan untuk bertranksaksi, di salah satu bank syariah tabungaan wadiah juga dapat digunakan sebagai debet atau pembayaran dengan kartu. Bukan hanya itu, bahkan tabungan wadiah mempunyai satu kesaktian yang mukin mereka belum mengerti, dalam tabungan wadia tidak memberlakukan sisa tabungan dalam ATM. Bila uang kita masih tersisa lima puluh ribu maka kita masih dapat menarik uang tersebut dengan ATM tanpa harus datang ke bank.

Tabungan wadiah ini juga cocok untuk anak-anak kos yang merantau jauh demi mencari ilmu, mereka tidak perlu ketakutan akan hal uangnya terpotong oleh bank yang mereka pakai. Mereka juga tidak perlu takut dengan uang yang tersisa di bank, yang menurut mereka masih banyak tetapi bisa diambil. Atau untuk para pemboros yang ingin uangnya tetap aman dan terkendali, tanpa harus memikirkan uang yang sudah diletakan di bank.

Itu sebabnya Bank Syariah di juluki sebagai bank yang dapat menjawab tatangan global, mereka mampu mengatasi semua apa yang selama ini menjadi keluhan masyarakat terhadap lembaga keuangan konvensional. Dengan munculnya lembaga Keuangan Syariah, kita juga tidak khawatir lagi mengajarkan anak-anak di usia dini untuk menabung di bank syariah dengan akad wadiah. Kita juga tidak perlu takut untuk terkena potongan yang setiap bulan kita rasakan, dengan begitu kegelisaan yang kita rasakan sekarang akan musnah dan menjalani semuanya dengan baik, serta menuju islam yang kaffah.