• Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Berpuisilah Di dalam Kehidupanmu, Maka Kau akan Menemukan Hatimu

Kamis, 01 Oktober 2015

Perlunya Sosialisasi Bank Syariah

Oleh : Riyan Pradesyah
(Harian Mandiri. 14 Januari 2015)
Perkembangan bank syariah di era globalisasi  memang sangatlah pesat, dapat dilihat dari banyaknya bank syariah yang bermunculan di negara ini. Bukan hanya itu saja, perkembangan bank syariah dapat dilihat dari banyaknya perbincangan yang menjadi salah satu top news tahun 2014. Beberapa media cetak maupun online juga sering membicarakan tentang bank syariah. Bukan hanya di Indonesia, bahkan di negara-negara barat sekali pun masih mengembangkan dan membicarakan hal tersebut.
            Terkait dengan perkembangan bank syariah yang terjadi di Indonesia, ada satu hal yang sangat dilupakan bank syariah sehingga membuat perkembangan bank syariah tidaklah merata. Bila kita lihat disekililing kita, khusunya pada masyarakat yang berada di kota. Perkembangan bank syariah memang sudah kita rasakan, seperti banyaknya bank syariah yang muncul di sekitar kita. Bukan hanya itu saja, perkembangan bank syariah juga diiringi dengan banyaknya sosialisasi dari pihak bank syariah, maupun para mahasiswa yang tergabung dalam gerakan ekonomi islam.
            Perkembangan dan sosialisasi yang terjadi di kota, memang menjadi salah satu papet master bagi bank syariah dalam menjalankan atau mengenalkan bank syariah ke pada masyarakat kota, hal itu hanya berlaku untuk masyarakat kota saja. Bila kita melihat dan kita perhatikan, perkembangan bank syariah di Indonesia ini tidaklah merata, semua itu dapat kita lihat dari tidak adanya bank syariah yang berdiri di suatu desa atau kecamatan. Dan itu memang benar-benar membuat buta masyarakat perdesaan akan hal bank syariah.
            Kebutaan masyarakat perdesaan pada bank syariah, membuat beberapa orang menyalahkan bank syariah yang kurang bersosialisasi akan hal tersebut. memang, banyak sosialisasi yang terjadi seperti tadi yang penulis sampaikan, ada banyak media cetak maupun online membicarakan hal tersebut, tetapi itu bukanlah hal yang menjadi satu-satunya untuk memperkenalkan bank syariah. Bila kita mengkaji tentang sosialisasi yang dilakukan oleh media. Dalam sosialisasi nya, media hanya mengenalkan bank syariah secara luarnya saja, dengan kata lain mereka hanya mengenalkan prinsip yang digunakan bank syariah yaitu bagi hasil. Tanpa mengetahui produk-produk yang sangat menguntungkan bagi mereka.
            Sosialisasi yang dilakukan media cetak dan online bersifat sementara, mereka hanya membukakan jalan untuk bank syariah agar menindak lanjuti tentang suatu perbincangan atau berita yang di angkat dari bank syariah. Memang media adalah salah satu sosialisasi yang sangat di ajungi jempol, tetapi apakah sosialisasi di media merupakan hal yang sangat menjamin bagi masyakat tanpa ada bukti. Hal ini yang harus menjadi pemikiran para banker syariah untuk mengembangkan bank syariah secara merata.
            Mendirikan bank syariah di setiap perdesaan, membuka jalan kedua untuk mengenalkan bank syariah pada masyarakat setelah sosialisasi media. Itu adalah salah satu langkah kedua bagi bank syariah untuk memperkenalkan dirinya di perdesaan. Dengan berdirinya bank-bank syariah diperdesaan, maka mereka semakin penasaran dan akan ingin mengenal produk-produk dalam perbankan syariah yang kini sudah nyata ada di hadapan mereka.
            Penjelasan yang akurat akan produk-produk yang ada di bank syariah, merupakan salah satu sosialisasi yang diperlukan dalam hal ini. Maka, untuk tidak melewatkan kesempatan tersebut, bank syariah harus mempunyai karyawan atau pegawai yang memang sangat mengetahui produk-produk yang ada di bank syariah. itu adalah hal yang sangat mudah, tetapi juga dapat dikatakan rumit apa bila karyawan bank syariah tidak mengeti setiap produk yang ditanyakn oleh nasabah yang ingin berkerjasama.
            Untuk hal yang menyangkut dengan kemampuan karyawan untuk menjawab produk bank syariah, seharusnya bank syariah memberdayakan para mahasiswa yang memiliki beground dalam perbankan syariah, agar nantinya tidak terjadi kesalahan dalam landasan produk-produk perbankan syariah yang berlandaskan al-quran dan hadits.
            Setelah melakukan pengenalan ke dua, maka bank syariah harus melakukan pengenalan ke tiga atau sosialisasi ketiga setelah pendirian bank syariah, yaitu mendirikan ATM. Pendirian ATM memang sangatlah penting bagi perbankan syariah, semakin banyaknya ATM bank syariah yang berdiri dimana-mana, maka semakin besar pula masyakat mengenal bank syariah dan menggunakan bank syariah. bila memang dirasa berat, sekelompok bank syariah juga bisa membuka ATM bersama yang digawangi oleh bank-bank syariah yang sudah menjadi besar.
            Susudah melakukah ke tiga hal tersebut, perbankan syariah harus melakukan gebrakan sekali lagi untuk lebih mengenalkan bank syariah kepada masyarakat. Contohnya saja, perbankan syariah melakukan sosilisasi dengan sistem tanya jawab soal perbankan syariah dan produk bank syariah yang dilaksanakan disuatu desa. Atau bisa juga karyawan atau pegawai bank syariah mendatangi rumah-rumah penduduk yang berdekatan dengan bank syariah, dengan tujuan mengenalkan lebih dalam lagi tentang produk dan akad-akad yang ada di perbankan syariah.
            Dapat ditarik kesimpulan, perkembangan bank syariah bukanlah menjadi salah satu patokan bagi bank syariah untuk tidak mendirikan bank syariah di desa-desa. Bank syariah harus mendirikan kantor-kantor bank syariah di perdesaan, dengan tujuan untuk mengenalkan bank syariah kepada masyarakat perdesan yang buta akan hal tersebut. Bank syariah juga harus mempunyai sumber daya manusia, yang mempunyai beground perbankan syariah atau ekonomi islam. Guna untuk lebih mengenalakn lagi pada masyarakat, tentang produk perbankan syariah. bank syariah juga harus mendirikan ATM dimana-mana, agar para nasabah yang ingin menggunakan atau bertransaksi lebih mudah. Dan bank syariah juga harus membuka diskusi tentang produk-produk perbankan syariah, untuk memperdalam pengetahuan masyarakat terhadap bank syariah. dengan begitu, gebrakan sosialisasi tentang perbankan syariah akan berjalan sempurna, dan kesempurnaan tersebut adalah penyeimbang akan semakin berkembangnya bank syariah di Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar