• Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Berpuisilah Di dalam Kehidupanmu, Maka Kau akan Menemukan Hatimu

Selasa, 08 September 2015

Berbena Sebelum Memerger Bank Syariah


Oleh : Riyan Haqiqi Anshor
(Harian Medan Bisnis, 28 Februari 2015)
     Perkembangan bank syariah yang mulai eksis dalam dunia perbankan, membuat sejumlah praktisi atau pemerintah ingin lebih menguatkan perbankan syariah atau ekonomi islam di negaranya. Dari kemunculan wacana yang mengejutkan dari Perdana Mentri inggris, David cameron, yang mengatakan bahwa inggris akan menjadikan negaranya sebagai kiblat ekonomi islam. Para negara timur pun langsung berbenah dengan pernyataan perdana mentri inggris yang disinyalir kini sudah membuat rancangan tersebut, dengan mendirikan kajian-kajian ekonomi islam di universitas yang ada di Inggris.
     Berawal dari wacana inggris yang telah mengatakan hal tersebut, kini negara timur telah mengadakan berbagai pengkoreksian tentang ekonomi islam yang ada di negara mereka, termasuk Indonesia. Perekonomian Islam di Indonesia, kini telah mengalami kemajuan yang luar biasa, sehubungan dengan wacana pemerintah untuk mengabungkan beberapa bank syariah menjadi satu, atau yang sering disebut dengan Marger. Beberapa bank syariah pun masuk dalam nominasi yang akan digabungkan, seperti BNI syariah, BRI syariah, BSM, dan BTN syariah. Ke empat bank tersebut, akan dijadikan satu untuk memperkuat ekonomi islam yang ada di Indonesia.
     Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah harus mengkaji atau meninjau lebih dalam lagi tentang keberadaan bank syariah yang ada di Indonesia, sebelum melakukan merger pada bank yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Kita memang sudah mengakui tentang kinerja usaha pemerintah untuk memperkuat perekonomian islam di indonesia, tetapi pemerintah harus melihat apa yang sebenarnya membuat perekonomian islam di negara-negara barat sangat berkembang dan di minati oleh masyarakanya. Bahkan sampai ada suatu wacana yang sangat mengemparkan dunia ekonomi islam.
     Hal yang mendasar yang perlu dikaji oleh pemerintah indonesia adalah Sumberdaya manusia yang ada di perbankan syariah. Bila kita berkaca pada negara-negara yang telah mengembangkan ekonomi islam di negaranya dengan pesat, maka kita akan menemukan sebuah hal yang paling pokok tentang perkembangan bank syariah. Kita akan menemukan sumberdaya manusia yang memang mempunyai kemampuan untuk menjelaskan atau melaksanakan apa-apa saja yang ada di perbankan syariah dengan baik. Tentu saja, kecekatan dan pemahaman yang mereka dapatkan berasal dari bangku semasa mereka menimba ilmu ekonomi islam. Jadi dengan begitu, mereka akan mampu menjelaskan kepada nasabah terkait semua proses yang ada di dalam bank syariah, dan mereka akan mengatakan dengan pasti hal yang haram dan yang tidak haram. Seperti bunga dan bagi hasil yang memang sangat beda bila dijelaskan oleh orang-orang yang mempunyai keahlian dalam bidangnya.
     Bila kita melihat dari banyaknya bank syariah yang muncul di indonesia, maka seharusnya kita juga akan melihat banyaknya sumberdaya insani yang di butuhkan oleh bank syariah yang sesuai dengan bidangnya. Tetapi tidak pada kenyataanya, kebanyakan bank syariah menyebarkan sebuah brosur tentang pencarian sumber daya insani yang tidak sesuai dengan basiknya atau bidangnya. Malah banyak dari mereka yang lebih memilih jauh diluar dari basik yang ada, dan itu membuat perbankan syariah semakin diperhatikan oleh banyaknya kalangan yang ada di indonesia.
     Perkembangan ekonomi islam di Indonesia, khususnya perbankan syariah. Mempunyai keseimbangan yang begitu signifikan terhadap pengkajian-pengkajian yang ada di universitas-universitas indonesia.  Banyaknya universitas yang membuka kajian atau fakultas ekonomi islam, dengan seiringnya perkembangan ekonomi islam yang mencuat. Hal ini seharusnya menjadi salah satu power untuk perbankan syariah, agar memanfaatkan kelulusan dari ekonomi islam tersebut menjadi sebuah sumber daya insani yang kopeten. Mereka akan mampu menjelaskan tentang produk perbankan syariah yang sesuai dengan seharusnya, mereka juga akan menjelaskan ayat-ayat apa saja yang sebenarnya melandasi produktersebut, dan bagaimana cara kerjasana antara nasabah dan bank syariah menggunakan bagi hasil. Serta yang paling terpenting adalah menjelaskan akad-akad apa saja yang ada dalam bank syariah dan dapat menjelaskan kepada masyarakat tentang perbedaan bungan dan bagi hasil, yang kini masih terlihat sama di mata masyarakat.
     Sumber daya manusia yang sesuai dengan bidangnya, itulah yang harus dicari atau di pergunakan dalam memerger bank syariah. Pemerintah harus membenahi sumberdaya manusia pada bank syariah yang akan di merger ke depannya, agar penjelasan produk pada perbankan syariah ke pada nasabah dapat tersampaikan dengan benar, tidak ada kesamaan lagi antara bungan dan bagi hasil yang benar-benar sangat beda dan membedakan. Karena keberhasilan suatu perusahan ada pada sumber daya manusianya yang kopeten dan sesuai dengan basiknya, dan kehancuran sebuah perusahaan juga ada sumber daya manusianya.

0 komentar:

Posting Komentar