Oleh
: Riyan Haqiqi Anshor
(Harian Medan Bisnis, 28 Februari 2015)
Perkembangan bank syariah yang mulai eksis dalam dunia perbankan,
membuat sejumlah praktisi atau pemerintah ingin lebih menguatkan perbankan
syariah atau ekonomi islam di negaranya. Dari kemunculan wacana yang
mengejutkan dari Perdana Mentri inggris, David cameron, yang mengatakan bahwa
inggris akan menjadikan negaranya sebagai kiblat ekonomi islam. Para negara
timur pun langsung berbenah dengan pernyataan perdana mentri inggris yang disinyalir
kini sudah membuat rancangan tersebut, dengan mendirikan kajian-kajian ekonomi
islam di universitas yang ada di Inggris.
Berawal
dari wacana inggris yang telah mengatakan hal tersebut, kini negara timur telah
mengadakan berbagai pengkoreksian tentang ekonomi islam yang ada di negara
mereka, termasuk Indonesia. Perekonomian Islam di Indonesia, kini telah
mengalami kemajuan yang luar biasa, sehubungan dengan wacana pemerintah untuk
mengabungkan beberapa bank syariah menjadi satu, atau yang sering disebut
dengan Marger. Beberapa bank syariah pun masuk dalam nominasi yang akan digabungkan,
seperti BNI syariah, BRI syariah, BSM, dan BTN syariah. Ke empat bank tersebut,
akan dijadikan satu untuk memperkuat ekonomi islam yang ada di Indonesia.
Sehubungan
dengan hal tersebut, pemerintah harus mengkaji atau meninjau lebih dalam lagi
tentang keberadaan bank syariah yang ada di Indonesia, sebelum melakukan merger
pada bank yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Kita memang sudah mengakui
tentang kinerja usaha pemerintah untuk memperkuat perekonomian islam di
indonesia, tetapi pemerintah harus melihat apa yang sebenarnya membuat
perekonomian islam di negara-negara barat sangat berkembang dan di minati oleh
masyarakanya. Bahkan sampai ada suatu wacana yang sangat mengemparkan dunia
ekonomi islam.
Hal
yang mendasar yang perlu dikaji oleh pemerintah indonesia adalah Sumberdaya
manusia yang ada di perbankan syariah. Bila kita berkaca pada negara-negara
yang telah mengembangkan ekonomi islam di negaranya dengan pesat, maka kita
akan menemukan sebuah hal yang paling pokok tentang perkembangan bank syariah.
Kita akan menemukan sumberdaya manusia yang memang mempunyai kemampuan untuk
menjelaskan atau melaksanakan apa-apa saja yang ada di perbankan syariah dengan
baik. Tentu saja, kecekatan dan pemahaman yang mereka dapatkan berasal dari
bangku semasa mereka menimba ilmu ekonomi islam. Jadi dengan begitu, mereka
akan mampu menjelaskan kepada nasabah terkait semua proses yang ada di dalam
bank syariah, dan mereka akan mengatakan dengan pasti hal yang haram dan yang
tidak haram. Seperti bunga dan bagi hasil yang memang sangat beda bila
dijelaskan oleh orang-orang yang mempunyai keahlian dalam bidangnya.
Bila
kita melihat dari banyaknya bank syariah yang muncul di indonesia, maka
seharusnya kita juga akan melihat banyaknya sumberdaya insani yang di butuhkan
oleh bank syariah yang sesuai dengan bidangnya. Tetapi tidak pada kenyataanya,
kebanyakan bank syariah menyebarkan sebuah brosur tentang pencarian sumber daya
insani yang tidak sesuai dengan basiknya atau bidangnya. Malah banyak dari
mereka yang lebih memilih jauh diluar dari basik yang ada, dan itu membuat
perbankan syariah semakin diperhatikan oleh banyaknya kalangan yang ada di
indonesia.
Perkembangan
ekonomi islam di Indonesia, khususnya perbankan syariah. Mempunyai keseimbangan
yang begitu signifikan terhadap pengkajian-pengkajian yang ada di
universitas-universitas indonesia.
Banyaknya universitas yang membuka kajian atau fakultas ekonomi islam,
dengan seiringnya perkembangan ekonomi islam yang mencuat. Hal ini seharusnya
menjadi salah satu power untuk perbankan syariah, agar memanfaatkan kelulusan
dari ekonomi islam tersebut menjadi sebuah sumber daya insani yang kopeten.
Mereka akan mampu menjelaskan tentang produk perbankan syariah yang sesuai
dengan seharusnya, mereka juga akan menjelaskan ayat-ayat apa saja yang
sebenarnya melandasi produktersebut, dan bagaimana cara kerjasana antara
nasabah dan bank syariah menggunakan bagi hasil. Serta yang paling terpenting
adalah menjelaskan akad-akad apa saja yang ada dalam bank syariah dan dapat
menjelaskan kepada masyarakat tentang perbedaan bungan dan bagi hasil, yang
kini masih terlihat sama di mata masyarakat.
Sumber
daya manusia yang sesuai dengan bidangnya, itulah yang harus dicari atau di
pergunakan dalam memerger bank syariah. Pemerintah harus membenahi sumberdaya
manusia pada bank syariah yang akan di merger ke depannya, agar penjelasan
produk pada perbankan syariah ke pada nasabah dapat tersampaikan dengan benar,
tidak ada kesamaan lagi antara bungan dan bagi hasil yang benar-benar sangat
beda dan membedakan. Karena keberhasilan suatu perusahan ada pada sumber daya
manusianya yang kopeten dan sesuai dengan basiknya, dan kehancuran sebuah
perusahaan juga ada sumber daya manusianya.
Riyan Haqiqi Anshor dalah nama pena dari Riyan Pradesyah (http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2015/02/28/149504/berbenah-sebelum-memerger-bank-syariah/#.Ve8YpH1kXMw )












0 komentar:
Posting Komentar