Karya : Riyan
Haqiqi Anshor
(Harian Cakrawala, 4 Oktober 2014)
Rangkaian Doa
Malam
Malam ini kusampaikan sederetan doa untuk orang yang
kucintai; Ayah dan Ibu. Dalam sujud yang selalu kujamah dengan air mata.
Meletakan kening dalam setiap hela nafas adalah suatu kewajiban yang akan selalu
ku ingat. Rabb, izinkan aku membicarakan dosa pada air mata yang terus
membasahi ke dua pipiku, dan izinkan aku untuk terus memanggil nama kedua orang
tuaku dalam setiap doa yang ku punya. Karena mereka, adalah hal yang paling
indah yang aku punya.
Cinta Angkuh
Masih saja kau berjalan terus memungungiku, mau sampai
kapan? Aku akan menghentikan hujan yang terus membanjiri kedua pelupuk mata,
aku akan mengusap dan terus mengusap setiap tetesnya. Bila nanti ada hati yang
mengetuk pintuku, maka aku akan membukanya tanpa harus menunggumu lagi. Cinta
itu memang begitu, selalu saja angkuh bila dia merasa dicintai.
Hujan Menyapa
Hujan menyapa lagi, sepi juga datang kembali.sebuah
kenangan kini terus menari di pikiranku, dia selalu menyiksaku dalam ke adaan yang
sama; sendiri. Ingin rasanya aku menyapa dan membuatnya menjadi gila, seperti
apa yang ku alami sekarang ini. Tapi sudahlah! Tak perlu di pikir kembali. Bila
kenangan akan membuatmu terus berjalan ditempat.
Setangkai
Rindu
Rindu kini datang tanpa mengetuk pintu, aku jadi malu.
Ketika semua harus bermula dari keributan yang membawa kita pada kenyataan;
cinta. Aku masih mengulang tentang masa itu, dimana mulut menjadi sebuah kiasan
yang paling mujarab. Kau tersenyum padaku, dan aku mulai mebodoh dengan hal
yang kau punya. Tapi cinta itu memang buta, tak mengenal lawan dan kawan. Akan
terbawa semua oleh hati yang selalu berbunga untuk siapa saja.













0 komentar:
Posting Komentar