Oleh
: Riyan Pradesyah
(Harian Orbit, 4 Mei 2016)
Negara dikawasan Asia
Tenggara atau lebih dikenal dengan ASEAN akan memasuki era baru dalam hubungan
perekonomian, khususnya perdagangan dalam bentuk Masyarakat Ekonomi Asean
(MEA). Pada akhir tahun 2015 MEA akan dilaksanakan. Berhubungan dengan hal
tersebut, negara-negara yang tercakup dalam ASEAN kini telah menyiapkan suatu
strategi untuk menghadapi MEA yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
Jika kita melihat lebih dalam lagi
tentang persiapan negara-negara asia untuk menyambuat MEA, maka kita akan
mengetahui banyak strategi yang telah direncanakan oleh negara-negara ASIA.
Seperti negara Jepang yang kini telah menyiapkan strategi dalam kerjasama yang
akan mereka buat, kepada negara-negara asia lainnya. Negara pengeksport nomor
empat terbesar didunia ini, telah menyiapkan suatu strategi yang dapat membuat
mata dunia terus berkaca kepada mereka. Strategi yang digunakan oleh jepang
adalah, strategi yang menggunakan sistem syariah, untuk melakukan kerjasama
kepada negara-negara lainnya yang masih tercakup dalam Masyarakat Ekonomi
Asean.
Melihat jepang yang telah
menggunakan strategi system syariah, membuat negara-negara Asia seolah tidak
ingin ketinggalan untuk menggunakan sistem syariah yang akan mereka terapkan dalam
kerjasama kepada negara-negara asia lainnya. Bila kita mengkaji lebih dalam
lagi, negara-negara asia merupakan negara-negara dengan perkembangan sistem
ekonomi islam yang paling terbesar. Seperti negara Malaysia dan Indonesia yang
memiliki statistic perkembangan sistem syariah yang terus meningkat dari tahun
ke tahun. Bukan hanya itu saja, perkembangan sisitem syariah juga terjadi di
negara-negara asia lainnya, seperti Brunai Darusalam, Pakistan, Iran,
Singapura, Hongkong, dan Tahilan.
Perkembangan sistem syariah di negara-negara Asia
membuat kita telah menyatukan akan satu pendapat, agar berjalanannya Masyarakat
Ekonomi Asean yang sesuai dengan harapan. Berhubung dengan perkembangan sisitem
syariah yang berada di kawasan ASEAN, membuat kita menyatukan pendapat, akan
Masyarakat Ekonomi Asean menggunakan sistem Syariah saja yang dapat
menguntungkan kedua belah pihak. Bukan hanya itu saja, keuntungan menggunakan
sistem syariah juga akan berdampak pada barang-barang apa saja yang akan
diekspor atau impor ke negara-negara yang masih dalam kawasan ASEAN, selama hal
tersebut masih menggunakan sisitem syariah.
Di dalam sistem syariah, suatu akad
atau kerjasama di sebuah perjanjian yang tertulis tidak dibenarkan untuk
memperjual belikan barang-barang haram. Dari sinilah kita dapat mengambil satu
keuntungan dari sistem syariah, dan apabila terjadi pelanggaran dalam hal
tersebut, maka suatu akad akan batal atau yang melanggar perjanjian akan
dikenakan sangsi yang sudah disepekati oleh kedua negara yang berkerjasama.
Dengan begitu, tidak ada yang dirugikan bila mana Masyarakat Ekonomi Asean
menggunakan sistem syariah.
Mengingat jepang yang telah
menerapkan sistem syariah dalam mempersiapan MEA, seolah telah membuka mata
kita akan keuntungan yang dapat diambil dari sistem syariah tersebut. Bukan
hanya dari segi perekonomian saja, melainkan juga dari kehalal dan haraman
suatu barang yang nantinya akan menjadi suatu objek yang akan diekspor maupun
import kenegara-negara ASEAN lainnya. Bukan hanya itu saja, system syariah juga
dapat digunakan oleh siapa saja, tidak memandang suku maupun agama yang telah
dianut. Selama menggunakan sisitem syariah masih pada koridor-koridor yang
ditetapkan, maka siapa saja akan merasakan manfaat dari apa yang telah
diterapkan. Sistem syariah juga telah di
Sistem syariah yang berkembang di
negara ASEAN, membuat kita tidak akan takut menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean
yang sebentar lagi akan dihadapi. Hanya saja, perlu semua negara ASEAN
mengadakan pertemuan untuk membicarakan akan penerapan atau kerjasama dalam MEA
menggunakan sistem syariah, demi kenyamanan dan mempermuda dalam menjalankan
ekspor dan impor yang berjalan dengan bebas tapi terikat dengan sistem syariah
yang ada di dalamnya. Dengan begitu, tidak akan ada yang ditakutkan dalam
menghadapi MEA yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
Sistem syariah digadang-gadang sebagai sistem ekonomi yang
lebih tahan terhadap krisis. Bahkan setelah kegagalan sistem ekonomi kapitalis,
ekonomi syariah dipandang sebagai sebuah alternatif dan solusi untuk
menyelesaikan permasalahan ekonomi dunia. Dan apabila ini diterapkan di
Masyarakat Ekonomi Asean, selain prekonomian asean tahan terhadap krisis,
perekonomian Asean juga akan mengalami perekambangan yang signifikan serta
mensejahterah-kan kehidupan masyarakat di dalamnya, serta penghalanan semua
barang ekspor dan impor yang akan masuk di negara-negara yang akan
menyelenggarakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).












0 komentar:
Posting Komentar