• Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Berpuisilah Di dalam Kehidupanmu, Maka Kau akan Menemukan Hatimu

Selasa, 08 September 2015

MEA Dan Sistem Syariah



Oleh : Riyan Pradesyah 
(Harian Orbit, 4 Mei 2016)

Negara dikawasan Asia Tenggara atau lebih dikenal dengan ASEAN akan memasuki era baru dalam hubungan perekonomian, khususnya perdagangan dalam bentuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pada akhir tahun 2015 MEA akan dilaksanakan. Berhubungan dengan hal tersebut, negara-negara yang tercakup dalam ASEAN kini telah menyiapkan suatu strategi untuk menghadapi MEA yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
            Jika kita melihat lebih dalam lagi tentang persiapan negara-negara asia untuk menyambuat MEA, maka kita akan mengetahui banyak strategi yang telah direncanakan oleh negara-negara ASIA. Seperti negara Jepang yang kini telah menyiapkan strategi dalam kerjasama yang akan mereka buat, kepada negara-negara asia lainnya. Negara pengeksport nomor empat terbesar didunia ini, telah menyiapkan suatu strategi yang dapat membuat mata dunia terus berkaca kepada mereka. Strategi yang digunakan oleh jepang adalah, strategi yang menggunakan sistem syariah, untuk melakukan kerjasama kepada negara-negara lainnya yang masih tercakup dalam Masyarakat Ekonomi Asean.
            Melihat jepang yang telah menggunakan strategi system syariah, membuat negara-negara Asia seolah tidak ingin ketinggalan untuk menggunakan sistem syariah yang akan mereka terapkan dalam kerjasama kepada negara-negara asia lainnya. Bila kita mengkaji lebih dalam lagi, negara-negara asia merupakan negara-negara dengan perkembangan sistem ekonomi islam yang paling terbesar. Seperti negara Malaysia dan Indonesia yang memiliki statistic perkembangan sistem syariah yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Bukan hanya itu saja, perkembangan sisitem syariah juga terjadi di negara-negara asia lainnya, seperti Brunai Darusalam, Pakistan, Iran, Singapura, Hongkong, dan Tahilan.
Perkembangan sistem syariah di negara-negara Asia membuat kita telah menyatukan akan satu pendapat, agar berjalanannya Masyarakat Ekonomi Asean yang sesuai dengan harapan. Berhubung dengan perkembangan sisitem syariah yang berada di kawasan ASEAN, membuat kita menyatukan pendapat, akan Masyarakat Ekonomi Asean menggunakan sistem Syariah saja yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Bukan hanya itu saja, keuntungan menggunakan sistem syariah juga akan berdampak pada barang-barang apa saja yang akan diekspor atau impor ke negara-negara yang masih dalam kawasan ASEAN, selama hal tersebut masih menggunakan sisitem syariah.
            Di dalam sistem syariah, suatu akad atau kerjasama di sebuah perjanjian yang tertulis tidak dibenarkan untuk memperjual belikan barang-barang haram. Dari sinilah kita dapat mengambil satu keuntungan dari sistem syariah, dan apabila terjadi pelanggaran dalam hal tersebut, maka suatu akad akan batal atau yang melanggar perjanjian akan dikenakan sangsi yang sudah disepekati oleh kedua negara yang berkerjasama. Dengan begitu, tidak ada yang dirugikan bila mana Masyarakat Ekonomi Asean menggunakan sistem syariah.
            Mengingat jepang yang telah menerapkan sistem syariah dalam mempersiapan MEA, seolah telah membuka mata kita akan keuntungan yang dapat diambil dari sistem syariah tersebut. Bukan hanya dari segi perekonomian saja, melainkan juga dari kehalal dan haraman suatu barang yang nantinya akan menjadi suatu objek yang akan diekspor maupun import kenegara-negara ASEAN lainnya. Bukan hanya itu saja, system syariah juga dapat digunakan oleh siapa saja, tidak memandang suku maupun agama yang telah dianut. Selama menggunakan sisitem syariah masih pada koridor-koridor yang ditetapkan, maka siapa saja akan merasakan manfaat dari apa yang telah diterapkan. Sistem syariah juga telah di
            Sistem syariah yang berkembang di negara ASEAN, membuat kita tidak akan takut menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean yang sebentar lagi akan dihadapi. Hanya saja, perlu semua negara ASEAN mengadakan pertemuan untuk membicarakan akan penerapan atau kerjasama dalam MEA menggunakan sistem syariah, demi kenyamanan dan mempermuda dalam menjalankan ekspor dan impor yang berjalan dengan bebas tapi terikat dengan sistem syariah yang ada di dalamnya. Dengan begitu, tidak akan ada yang ditakutkan dalam menghadapi MEA yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
               Sistem syariah digadang-gadang sebagai sistem ekonomi yang lebih tahan terhadap krisis. Bahkan setelah kegagalan sistem ekonomi kapitalis, ekonomi syariah dipandang sebagai sebuah alternatif dan solusi untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi dunia. Dan apabila ini diterapkan di Masyarakat Ekonomi Asean, selain prekonomian asean tahan terhadap krisis, perekonomian Asean juga akan mengalami perekambangan yang signifikan serta mensejahterah-kan kehidupan masyarakat di dalamnya, serta penghalanan semua barang ekspor dan impor yang akan masuk di negara-negara yang akan menyelenggarakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

0 komentar:

Posting Komentar