Karya
: Iwan Triyuwono
“Rasionalitas-tujuan” dapat melebur jika cinta hadir dan
memancarkan sinar “rasionalitas-nilai” (wertrationalitat). Cinta dapat membunuh
benci, sebagaimana yang disenandungkan oleh Rabi’ah al-Adawiyah, “Cintaku pada
Allah tidak menyisakan ruang di dalam hatiku untuk membenci setan.” Cinta,
sebaliknya, membawa rahmat bagi umat manusia dan seluruh alam semesta.
Wahai Kebahagiaanku, wahai Kerinduanku,
dan
Wahai Pelindungku,
Wahai Sahabatku, ketentuan Jalanku, dan
Tujuanku,
Engkaulah Ruhku,
Engkaulah Harapanku,
Engkaulah Sahabatku, Kerinduanku dan
Keselamatanku,
Tanpa Diri-Mu, wahai Hidup dan Cinta-Mu
Tak pernah aku mengembara melintasi
negeri-negeri tak terbatas ini.
Betapa banyak rahmat, betapa banyak
anugerah,
Karunia dan nikmat telah Kau tunjukkan
padaku.
Cinta-Mulah yang kucari
Dan di dalamnya aku menemukan berkat
Wahai Cemerlang mata kalbu kerinduanku!
Engkaulah pembimbing kalbuku!
Selama hayatku masih dikandung badan,
Aku takkan pernah lari
Menjauhi-Mu.
Ridhailah aku, wahai Hasrat jiwaku,
Dan aku pun akan berbahagia sejati
(Rabi’ah al-Adawiyah)
Dengan cinta, realitas kehidupan manusia akan sarat kasih
sayang, sarat dengan nilai kesadaran ketuhanan dan sarat dengan nilai tauhid.













mas...itu bukunya Prof Iwan Triyuwono...bukan Irwan Triyuwono
BalasHapusterimakasih mbak Sir, saya salah ketik
BalasHapus