• Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Masukan Deskripsi Gambar Slideshow Disini
  • Berpuisilah Di dalam Kehidupanmu, Maka Kau akan Menemukan Hatimu

Kamis, 26 Oktober 2017

Menakar Lembaga Keuangan Syariah



Oleh : Riyan Pradesyah
(Harian Waspada, 28 Februari 2017)

            Siapa yang tidak kenal dengan lembaga keuangan syariah? lembaga keuangan yang sekarang lagi gencar-gencarnya dalam masa peningkatan atau perkembangan. Lembaga keuangan syariah merupakan suatu lembaga keuangan yang pelaksanaannya berdasarkan al quran dan hadis. Konon katanya, lembaga keuangan syariah adalah lembaga keuangan yang disahadat oleh umat islam. Tetapi, apabila kita mengkaji dan mengulas lembih dalam lagi, maka kita akan menemui lembaga keuangan pada zaman rasulullah terlebih dahulu, dibanding pada zaman lucas pasioli. Nah untuk itu, maka kita akan mengetahui siapa yang bersyadat dan siapa yang murtad dalam lembaga keuangan.
            Perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia cukup meningkat, hal tersebut tentu saja dapat kita lihat dari banyaknya lembaga keuangan syariah yang bermunculan ditengah-tengah masyarakat. Seperti perbankan syariah, baitulmal attamwil, asuransi syariah, dan lembaga keuangan lainnya yang menggunakan prinsip syariah. Kabar ini tentu saja adalah sebuah kabar gembira bagi umat islam. Sebab, perkembangan lembaga keuangan syariah ditengah-tengah masyarakat sangat diterima, terlebih perkembangan tersebut terus meningkat pada setiap tahunnya.
            Peningkatan angka perkembangan lembaga keuangan syariah di indonesia, bisa kita lihat dari data yang telah dikeluarkan oleh bank Indonesia pada setiap tahunnya. Hal tersebut, tentu saja menjadi sebuah rujukan para penggiat ekonomi atau investor untuk melihat perkembangan lembaga keuangan yang ada. Perkembangan lembaga keuangan syariah bukan hanya saja di Indonesia, perkembangan lembaga keuangan syariah juga berkembang di negara-negara lain, seperti Brunai, Mesir, Malaysia, Singapur dan negara yang masyarakatnya bermayoritas muslim lainnya.
            Perkembangan lembaga keuangan syariah bukan hanya saja di negara-negara yang sebahagian besar masyarakatnya adalah muslim. Tetapi, perkembangan lembaga keuangan syariah juga berkembang di negara-negara yang masyarakatnya bermayoritas non muslim, seperti eropa. Perkembangan lembaga keuangan syariah di Eropa cukup signifikan, hal itu ditunjukan semakin banyaknya lembaga keuangan syariah yang bermunculan di eropa, salah satunya adalah inggris. Perkembangan lembaga keuangan syariah di Eropa, diiringi dengan perkembangan lembaga pendidikan keuangan syariah, yang saat ini mecapai 109 lembaga, dan 63 persennya terletak di Inggris.
            Bilakita mengkaji dan mengulang pada tahun 2013 an, David Cameron selaku Perdana Mentri inggris pernah menyatakan, akan menjadinya negara inggris sebagai kiblat ekonomi islam dunia. Pernyataan itu kini telah dibuktikan, dengan semakin banyaknya lembaga keuangan syariah yang berkembang, dengan diiringi oleh perkembangan lembaga keuangan syariah yang ada di Inggris. Mungkin saja, pernyataan David Cameron tersebut akan terjadi, mengingat perkembangan lembaga keuangan syariah di Inggris semakin meningkat, seiring dengan penguatan sumber daya manusia yang ada, meski kini David tidak menjadi perdana mentri inggris lagi. Jadi, dapat diprediksi, apabila negara-negara yang penduduknya bermayoritas islam, tidak menyiapakan sumber daya manusia yang mempuni untuk ditempatkan di lembaga keuangan syariah. Maka bersiaplah negara islam tersebut akan kalah dengan negara Inggris, yang saat ini benar-benar telah menyiapkan hal tersebut.
            Meningkatnya lembaga keuangan syariah yang ada di Inggris, tentu menjadi suatu kabar yang menggembirakan bagi umat islam. Selain sistem syariah yang dapat diterima di negara yang penduduknya sebahagian besar non-muslim, negara Inggris juga menerapkan sistem syariah secara benar. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya investor asing yang menginvestasikan uangnya di lembaga keuangan syariah yang ada di inggris. Kenyataan itu disampaikan oleh Farmida, kepala keuangan syariah di firman hukum Norton Rose Fulbright yang berbasis di London, pada salah satu media masa. Bahkan, kini inggris juga memiliki bank syariah yang bernama Al-Rayan Bank. Selain itu Inggris juga sudah menerbitkan sukuk syariah pada tahun 2014 dengan nilai lebih dari 250 juta dolar AS.
            Selain Inggris, negara di Eropa yang kini mengembangkan lembaga keuangan syariah adalah spanyol. Perkembangan itu ditunjukan dengan adanya sekolah bisnis IE Business School di madrid, yang telah membuka penelitian tentang keuangan syariah. Bukan hanya itu saja, koordinator saudi- spanish Cebter For Islamic Economics and Finance (SCIEF) Gonzalo Rodriguez mengatakan, banyak masyarakat spanyol yang penasaran dengan lembaga keuangan syariah. Untuk itulah, spanyol terus meningkatkan penelitian tentang lembaga keuangan syariah, agar nantinya negara spanyol dapat menerapkan sistem keuangan syariah, yang seperti diterapkan di negara inggris.
            Bila kita lihat perkembangan-perkembangan lembaga keuangan syariah yang ada di Eropa seperti Inggris dan spanyol, kedua negara tersebut melakukan penelitian terlebih dahulu, membangun pengkajian-pengkajian lembaga keuangan syariah, dan mendirikan universitas yang khusus membahas tentang lembaga keuangan syariah.Tentu saja itu dilakukan untuk melihat bagaimana penerapan sistem syariah yang diterapkan pada lembaga keuangan syariah, dan hal tersebut juga dilakukan untuk memantapkan manajemen sumber daya manusia yang ada, dalam melakukan penerapan dan pengembangan pada lembaga keuangan syariah. Bila kita bandingkan dengan negara Indonesia, maka kita akan melihat kemunculan lembaga keuangan syariah terlebih dahulu, dibanding dengan kemunculan penelitian-penelitian atau pengkajian tentang lembaga keuangan syariah itu sendiri. Bahkan sekarang, banyaknya lembaga keuangan syariah yang ada di Indonesia, masih saja juga merekrut sumber daya manusia yang konvensional atau tidak sejalan dengan lembaga keuangan syariah. Untuk itu, perlunya kita membenahi sumber daya manusia yang ada di perbankan syariah, agar nantinya mudah dalam mengembangkan lembaga keuangan syariah, dan tidak terjadinya cacat akad dalam pengembangan produk yang ada.
            Jadi, perlunya penguatan sumber daya manusia yang ada pada lembaga keuangan syariah, yang ada di Indonesia. Agar perkembangan lembaga keuangan syariah dapat berkembang dengan sempurna. Hal itu tentu saja juga akan berimbas pada pengemabngan produk atau pengembangan akad yang terjadi dilembaga keuangan syariah. Apabila sumber daya manusianya tidak mengetahui tentang lembaga keuangan syariah! bagaimana lembaga keuangan syariah dapat mengembangan atau berinovasi didalam pengembangan akad yang ada. Untuk itu, penguatan sumber daya manusia dalam pengembangan lembaga keuangan syariah, adalah salah satu hal yang pokok, agar tidak terjadinya cacat akad yang sering terjadi dilembaga keuangan syariah.