Oleh
: Riyan Pradesyah
(Harian Waspada, 28 Februari 2017)
Siapa yang tidak kenal dengan
lembaga keuangan syariah? lembaga keuangan yang sekarang lagi gencar-gencarnya
dalam masa peningkatan atau perkembangan. Lembaga keuangan syariah merupakan
suatu lembaga keuangan yang pelaksanaannya berdasarkan al quran dan hadis.
Konon katanya, lembaga keuangan syariah adalah lembaga keuangan yang disahadat
oleh umat islam. Tetapi, apabila kita mengkaji dan mengulas lembih dalam lagi,
maka kita akan menemui lembaga keuangan pada zaman rasulullah terlebih dahulu,
dibanding pada zaman lucas pasioli. Nah untuk itu, maka kita akan mengetahui
siapa yang bersyadat dan siapa yang murtad dalam lembaga keuangan.
Perkembangan
lembaga keuangan syariah di Indonesia cukup meningkat, hal tersebut tentu saja
dapat kita lihat dari banyaknya lembaga keuangan syariah yang bermunculan
ditengah-tengah masyarakat. Seperti perbankan syariah, baitulmal attamwil,
asuransi syariah, dan lembaga keuangan lainnya yang menggunakan prinsip
syariah. Kabar ini tentu saja adalah sebuah kabar gembira bagi umat islam.
Sebab, perkembangan lembaga keuangan syariah ditengah-tengah masyarakat sangat
diterima, terlebih perkembangan tersebut terus meningkat pada setiap tahunnya.
Peningkatan angka
perkembangan lembaga keuangan syariah di indonesia, bisa kita lihat dari data
yang telah dikeluarkan oleh bank Indonesia pada setiap tahunnya. Hal tersebut,
tentu saja menjadi sebuah rujukan para penggiat ekonomi atau investor untuk
melihat perkembangan lembaga keuangan yang ada. Perkembangan lembaga keuangan
syariah bukan hanya saja di Indonesia, perkembangan lembaga keuangan syariah
juga berkembang di negara-negara lain, seperti Brunai, Mesir, Malaysia, Singapur
dan negara yang masyarakatnya bermayoritas muslim lainnya.
Perkembangan
lembaga keuangan syariah bukan hanya saja di negara-negara yang sebahagian
besar masyarakatnya adalah muslim. Tetapi, perkembangan lembaga keuangan
syariah juga berkembang di negara-negara yang masyarakatnya bermayoritas non
muslim, seperti eropa. Perkembangan lembaga keuangan syariah di Eropa cukup
signifikan, hal itu ditunjukan semakin banyaknya lembaga keuangan syariah yang
bermunculan di eropa, salah satunya adalah inggris. Perkembangan lembaga
keuangan syariah di Eropa, diiringi dengan perkembangan lembaga pendidikan
keuangan syariah, yang saat ini mecapai 109 lembaga, dan 63 persennya terletak
di Inggris.
Bilakita mengkaji
dan mengulang pada tahun 2013 an, David Cameron selaku Perdana Mentri inggris
pernah menyatakan, akan menjadinya negara inggris sebagai kiblat ekonomi islam
dunia. Pernyataan itu kini telah dibuktikan, dengan semakin banyaknya lembaga
keuangan syariah yang berkembang, dengan diiringi oleh perkembangan lembaga
keuangan syariah yang ada di Inggris. Mungkin saja, pernyataan David Cameron tersebut
akan terjadi, mengingat perkembangan lembaga keuangan syariah di Inggris
semakin meningkat, seiring dengan penguatan sumber daya manusia yang ada, meski
kini David tidak menjadi perdana mentri inggris lagi. Jadi, dapat diprediksi,
apabila negara-negara yang penduduknya bermayoritas islam, tidak menyiapakan
sumber daya manusia yang mempuni untuk ditempatkan di lembaga keuangan syariah.
Maka bersiaplah negara islam tersebut akan kalah dengan negara Inggris, yang
saat ini benar-benar telah menyiapkan hal tersebut.
Meningkatnya
lembaga keuangan syariah yang ada di Inggris, tentu menjadi suatu kabar yang
menggembirakan bagi umat islam. Selain sistem syariah yang dapat diterima di
negara yang penduduknya sebahagian besar non-muslim, negara Inggris juga
menerapkan sistem syariah secara benar. Hal tersebut dapat dilihat dari
banyaknya investor asing yang menginvestasikan uangnya di lembaga keuangan
syariah yang ada di inggris. Kenyataan itu disampaikan oleh Farmida, kepala
keuangan syariah di firman hukum Norton Rose Fulbright yang berbasis di London,
pada salah satu media masa. Bahkan, kini inggris juga memiliki bank syariah
yang bernama Al-Rayan Bank. Selain itu Inggris juga sudah menerbitkan sukuk
syariah pada tahun 2014 dengan nilai lebih dari 250 juta dolar AS.
Selain Inggris,
negara di Eropa yang kini mengembangkan lembaga keuangan syariah adalah
spanyol. Perkembangan itu ditunjukan dengan adanya sekolah bisnis IE Business
School di madrid, yang telah membuka penelitian tentang keuangan syariah. Bukan
hanya itu saja, koordinator saudi- spanish Cebter For Islamic Economics and
Finance (SCIEF) Gonzalo Rodriguez mengatakan, banyak masyarakat spanyol yang
penasaran dengan lembaga keuangan syariah. Untuk itulah, spanyol terus
meningkatkan penelitian tentang lembaga keuangan syariah, agar nantinya negara
spanyol dapat menerapkan sistem keuangan syariah, yang seperti diterapkan di
negara inggris.
Bila kita lihat
perkembangan-perkembangan lembaga keuangan syariah yang ada di Eropa seperti
Inggris dan spanyol, kedua negara tersebut melakukan penelitian terlebih
dahulu, membangun pengkajian-pengkajian lembaga keuangan syariah, dan
mendirikan universitas yang khusus membahas tentang lembaga keuangan
syariah.Tentu saja itu dilakukan untuk melihat bagaimana penerapan sistem
syariah yang diterapkan pada lembaga keuangan syariah, dan hal tersebut juga
dilakukan untuk memantapkan manajemen sumber daya manusia yang ada, dalam
melakukan penerapan dan pengembangan pada lembaga keuangan syariah. Bila kita
bandingkan dengan negara Indonesia, maka kita akan melihat kemunculan lembaga
keuangan syariah terlebih dahulu, dibanding dengan kemunculan
penelitian-penelitian atau pengkajian tentang lembaga keuangan syariah itu
sendiri. Bahkan sekarang, banyaknya lembaga keuangan syariah yang ada di
Indonesia, masih saja juga merekrut sumber daya manusia yang konvensional atau
tidak sejalan dengan lembaga keuangan syariah. Untuk itu, perlunya kita membenahi
sumber daya manusia yang ada di perbankan syariah, agar nantinya mudah dalam
mengembangkan lembaga keuangan syariah, dan tidak terjadinya cacat akad dalam
pengembangan produk yang ada.
Jadi, perlunya
penguatan sumber daya manusia yang ada pada lembaga keuangan syariah, yang ada
di Indonesia. Agar perkembangan lembaga keuangan syariah dapat berkembang
dengan sempurna. Hal itu tentu saja juga akan berimbas pada pengemabngan produk
atau pengembangan akad yang terjadi dilembaga keuangan syariah. Apabila sumber
daya manusianya tidak mengetahui tentang lembaga keuangan syariah! bagaimana
lembaga keuangan syariah dapat mengembangan atau berinovasi didalam
pengembangan akad yang ada. Untuk itu, penguatan sumber daya manusia dalam
pengembangan lembaga keuangan syariah, adalah salah satu hal yang pokok, agar
tidak terjadinya cacat akad yang sering terjadi dilembaga keuangan syariah.











